Siapa yang tidak suka pie apel juga chai latte dengan sedikit taburan
kayu manis bubuk? Kayu manis adalah salah satu rempah – rempah yang
terkenal dengan cita rasanya yang khas. Namun ternyata kayu manis bukan
hanya terkenal karena rasanya, tapi juga manfaatnya bagi kesehatan.
Ingin
tahu apa manfaat kayu manis untuk kesehatan? Berikut ini adalah
beberapa diantaranya yang ditulis dan dilansir oleh situs care2.com.
1.
Beberapa penelitian menemukan bahwa kayu manis dapat membantu mengatur
kadar gula dalam darah. Selain itu, kayu manis juga sangat baik bagi
mereka yang ingin menyeimbangkan mood. Oleh karena itu, kayu manis
sangat baik bagi penderita diabetes.
2. Kayu manis juga dapat
membantu mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Dengan
berkurangnya kolesterol jahat, maka berkurang pula risiko terserang
penyakit jantung.
3. Kandungan anti infeksi dalam kayu manis
dapat membantu tubuh melawan sariawan dan beberapa penyakit lain yang
disebabkan oleh bakteri H. plyiori.
4. Penelitian telah
membuktikan manfaat kayu manis dalam mengurangi nyeri akibat menstruasi
sekaligus memperbaiki kesuburan seseorang.
5. Sebuah penelitian
yang dilakukan oleh University of Texas menyebutkan bahwa kayu manis
dapat menahan laju penyebaran sel kanker dan dapat berfungsi sebagai
anti kanker.
6. Penggunaan kayu manis dalam bahan makanan tidak
hanya menambahkan cita rasa tetapi juga berfungsi sebagai bahan pengawet
alami yang tidak berbahaya.
7. Kayu manis juga mengandung
beberapa nutrisi seperti mangan, kalsium, serat dan iron yang mana
adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk proses metabolisme.
Gudang Ilmu
Situs blog terpercaya, aktual dari sumber yang jelas,berbagi ilmu itu indah
Rabu, 29 November 2017
10 Makanan Sehat Penurun Tekanan Darah Tinggi Super Cepat
Darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak berisiko bagi orang saat ini. Tak hanya menyerang orang-orang yang telah berusia lanjut, anak-anak muda juga tak luput dari serangannya. Ketika darah tinggi telah parah, ini bisa berakibat fatal dan menyebabkan berbagai risiko penyakit berbahaya lain seperti stroke hingga serangan jantung.
Beberapa gejala dari darah tinggi antara lain adalah nyeri pada bagian dada, denyut jantung tidak teratur, sakit kepala yang parah, gangguan pada penglihatan, mudah lelah dan badan pegal-pegal. Sebenarnya, gejala darah tinggi bisa dirasakan dengan mudah oleh penderitanya sehingga bisa dicegah atau diatasi dengan cepat. Dilansir dari laman today.com, cara mengatasi gejala darah tinggi adalah dengan menerapkan pola hidup sehat dan konsumsi makanan penurun tekanan darah.
Adapun makanan yang bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi dengan cepat antara lain sebagai berikut.
- Sayur Bayam. Sayur ini mengandung serat tinggi dan kalium. Dua nutrisi ini baik dalam mengurangi efek tekanan darah tinggi atau hipertensi.
- Bawang Putih. Aromanya memang cukup menyengat dan rasanya cukup aneh di lidah. Tapi jangan salah, nutrisi dan vitamin yang terkandung di dalam bawang putih bermanfaat baik menurunkan tekanan darah atau menstabilkan tekanan darah. Selain itu, bawang putih juga rendah kolesterol sehingga baik buat kesehatan jantung.
- Tomat. Kandungan nutrisi dan vitamin yang ada pada tomat dipercaya mampu menurunkan tekanan darah tinggi dengan baik. Tomat bisa dimakan secara langsung, dibuat jus atau dimasak bersama sayuran.
- Seledri. Hampir sama dengan bawang putih, seledri dengan aroma cukup menyengat ini bermanfaat baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Kandungan kalsium dan kalium yang tinggi pada seledri yang membuatnya ampuh menurunkan tekanan darah tinggi.
- Pisang. Buah pisang adalah buah yang kaya nutrisi dan vitamin. Selain bisa dimanfaatkan sebagai nutrisi diet, pisang juga bisa dimanfaatkan untuk menutrisi tubuh penderita tekanan darah tinggi.
- Jeruk. Vitaminnya yang tinggi membuat jeruk begitu baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Kandungan kaliumnya bahkan tak hanya sebagai penurun tekanan darah tetapi juga penurun berat badan yang ampuh.
- Alpukat. Buah satu ini memiliki kandungan vitamin C, E, kalsium dan serat. Kandungan inilah yang bermanfaat baik menurunkan tekanan darah tinggi.
- Cokelat. Kandungan antioksidan yang tinggi dan nutrisi sehat lainnya pada cokelat dipercaya bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi dengan baik. Ini juga bisa meredakan stres, depresi dan membuat perasaan jauh lebih bahagia.
- Yogurt. Minum yogurt secara rutin setiap pagi atau malam sebelum tidur bisa bantu menurunkan berat badan dengan baik, menyehatkan sistem pencernaan dan menurunkan tekanan darah tinggi. Ini juga baik untuk kesehatan jantung serta organ dalam tubuh lainnya.
- Oatmeal. Sebagai produk olahan dari gandum yang dipercaya sangat baik menutrisi tubuh ketika diet, oatmeal ternyata juga menutrisi baik tubuh yang menderita tekanan darah tinggi. Oatmeal juga baik untuk kesehatan jantung dan melancarkan sistem peredaran darah.
Selain makanan di atas, makanan lain yang juga dipercaya bisa menurunkan risiko tekanan darah tinggi adalah buah belimbing, buah mentimun, minyak zaitun, susu skim bebas lemak, buah melon, buah blewah dan kedelai. Semoga informasi ini bermanfaat.
Perlu kita tahu, menurunkan risiko tekanan darah tinggi tak hanya bisa dilakukan dengan makan makanan di atas saja lho ya. Kita tetap penting menerapkan pola hidup sehat, memiliki istirahat dan olahraga cukup, menghindari stres dan menghindari makanan penyebab darah tinggi.
4 Tanaman Herbal Hebat Cegah Kanker
Jika Anda tidak suka menelan obat-obatan, maka Anda sudah sewajarnya
menjaga kesehatan tubuh. Menjaga kesehatan tubuh juga bisa dilakukan
dengan minum minuman herbal atau makan makanan yang mengandung manfaat
menyembuhkan dan berperan sebagai obat, terutama untuk mencegah kanker.
Seperti juga dilansir dari healthmeup.com, ada beberapa tanaman di sekitar Anda, yang juga seringkali jadi bumbu dapur, namun juga merupakan tanaman herbal penting mencegah kanker. Beberapa di antaranya adalah
.
Seperti juga dilansir dari healthmeup.com, ada beberapa tanaman di sekitar Anda, yang juga seringkali jadi bumbu dapur, namun juga merupakan tanaman herbal penting mencegah kanker. Beberapa di antaranya adalah
Daun mint
Daun mint, memang belum banyak ditanam di Indonesia, namun penggunaannya dalam masakan sudah tidak asing lagi. Bukan hanya lezat menjadi tambahan makanan, mint juga memiliki kemampuan super menyembuhkan penyakit dengan berbagai kandungan fitonutrien-nya mencegah dan melawan penyakit yang masuk ke tubuh., termasuk mencegah perkembangan sel kanker. Itulah mengapa, banyak daun mint sering dimasukkan dalam infused water.Kayu manis
Bahan yang sering dianggap sebagai rempah dapur ini juga memiliki kemampuan melancarkan peredaran darah jika diseduh dan diminum hangat. Kandungan hangat dalam kayu manis mampu menghancurkan kemampuan berkembangnya H. pylori, yaitu bakteri yang menyebabkan kanker usus. Hanya butuh satu sendok teh bubuk kayu manis diseduh setiap hari untuk bisa mengurangi risiko kanker.Jahe
Anda juga sudah tahu pasti dengan khasiat jahe. Tanaman obat ini bukan hanya mampu menghangatkan tubuh, namun juga menjadi obat yang menyembuhkan dan perisai mencegah penyakit kanker. Ini karena jahe memiliki ginerol dan zingerone yang merupakan antioksidan kuat dan anti-inflamasi yang sangat baik mencegah pembentukan sel kanker dan tumor. Bahkan jahe mampu melakukan autophagy dengan kandungan nutrisinya, yaitu menjadikan sel kanker makan dirinya sendiri.Lada hitam
Kandungan piperin merupakan bahan kimia aktif yang ada di dalam lada hitam, yaitu antioksidan kuat yang mampu menghambat sel kanker payudara berkembang bahkan sebelum mulai muncul sebagai tumor.
.
Trombosit dan Leukosit
MAKALAH PRAKTIKUM
PATOLOGI
KLINIK
“Trombosit
Dan Leukosit”
Disusun
Oleh :
Doni
Setiawan (1604015018)
Sinta
Devianti (1604015264)
Panji
Maghfiro (1704019023)
Kelompok
4
Kelas
G2
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PROF.DR HAMKA
FAKULTAS
FARMASI DAN SAINS
JAKARTA
2017
KATA
PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur
kepada Tuhan yang Maha Esa karna atas berkat dan limpahan rahmat-Nya penyusun
dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “trombosit dan
leukosit’’dengan lancar.
Penulis
sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan para pembaca mengenai trombosit dan leukosit serta kesimpulan dari
trombosit dan leukosit. Penyusun jadi menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas
ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk
itu, penyusun mengharapkan adanya kritik,saran dan usul demi perbaikan di masa
yang akan datang, mengingan tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Melalui kata
pengantar ini penyusun terlebih dahulu meminta maaf dan memohon pemakluman bila
mana terdapat kesalahan pada makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan
semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.
Jakarta, 18 Oktober 2017
penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR...................................................................2
DAFTAR
ISI.................................................................................3
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang.....................................................................4
1.2
Tujuan
Penulisan..................................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III METODE PRATIKUM
BAB
IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V PENUTUP
DAFTAR
PUSTAKA..................................................................12
LAMPIRAN................................................................................13
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sistem peredaran darah terdiri
dari jantung, pembulu darah, dan saluran limfe. Jantung merupakan organ pompa
besar yang memelihara peredaran melalui seluruh tubuh.
Darah adalah jaringan cairan
yang terdiri atas dua bagian. Bahan interseluler adalah cairan yang di sebut
plasma dan di dalamnya terdapat unsur-unsur padat, yaitu sel darah. Volume
darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per dua belas berat badan
atau kira-kira 5 liter. Sekitar 55
persen adalah cairan, sedangkan 45 persen sisanya terdiri atas sel darah. Angka
ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang di dipadatkan
yang berkisar atara 40 sampai 47.
Sel darah putih rupanya bening
dan tidak berwarna, bentuknya lebih besar dari pada sel darah merah, tetapi
jumlahnya lebih kecil. Dalam setiap milimeter kubik darah terdapat 6.000 sampai
10.000 (rata-rata 8.000) sel darah putih. Granulosit atau sel polimorfonuklear
merupakan hampir 75 persen dari seluruh jumlah sel darah putih. Granulosit
terbentuk dalam susum tulang. Sel ini berisi sebuah nukleus yang berbelah
banyak dan protoplasmanya berbulir, sehingga di sebut sel berbulir atau
granulosit. Kekurangan granulosit di sebut granulasitopenia.
Tidak adanya granulosit di
sebut agranulositosis, yang dapat timbul setelah makan obat tertentu, temasuk
juga beberapa antibiotika. Oleh karna itu apa bila makan obat-obatan tersebut,
pemeriksaan darah sebaiknya sering dilakukan untuk mengetahui keadaan ini
seawal mungkin.
Fungsi sel darah putih
granulosit dan monosit mempunyai peranan penting dalam perlindungan badan
terhadap mikroorganisme. Dengan kemampuan sebagai fagosit, kedua sel darah itu
memakan bakteri-bakteri hidup yang masuk ke peredaran darah. Melalui
mikroskopik adakalanya dapat di jumpai sebanyak 10-20 mikroorganisme tertelan
sebutir granulosit. Pada waktu penjalanan fungsi ini, sel darah itu di sebut
fagosit. Dengan kekuatan amuboitnya, sel darah itu dapat bergerak bebas di dalam dan dapat keluar pembuluh
darah serta berjalan mengitari seluruh bagian tubuh.
Sel darah putih ini berfungsi
untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari
sistem kekebalan tubuh.
Trombosit adalah sel
kecil kira-kira sepertiga ukuran sel
darah merah. Terdapat 300.000 trombosit dalam setiap milimeter kubik darah.
Peranannya penting dalam penggumpalan darah. Selain itu trombosit juga memiliki
peranan sangat penting ketika terjadi luka atau kebocoran pada pembuluh darah.
A.
Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui struktur serta
jumlah dari leukosit dan mengetahui
struktur serta jumlah dari trombosit dalam tubuh, serta untuk mengetahui
interpretasi data lab.
B.
Manfaat
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah
praktikan mampu mengetahui bentuk serta jumlah dari leukosit, dan untuk
mengetahui jumlah trombosit dalam tubuh.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Darah
Darah merupakan bagian penting dari
system transport. Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan yang terdiri
dari dua bagian besar, yaitu: Plasma darah, merupakan bagian yang cair dan
bagian korpuskuli yakni benda-benda darah yang yang terdiri atas sel darah
putih atau leukosit, sel darah merah atau eritrosit dan sel beku darah atau
trombosit.
Fungsi utama darah dalam sirkulasi adalah sebagai media
transportasi, pengatur suhu dan pemelihara keseimbangan cairan, asam dan basa.
Sel-sel ini mampu mengangkut oksigen secara efektif tanpa meninggalkan pembuluh
darah serta cabang-cabangnya. Sebaliknya leukosit melaksanakan fungsinya di
dalam jaringan, sedangkan keberadaannya dalam darah hanya melintas saja.
Trombosit melakukan fungsinya pada dinding pembuluh darah, sedangkan trombosit
yang ada dalam
sirkulasi tidak mempunyai fungsi khusus. (Frances, K. Widmann
1995).
B.
Leukosit
Sel darah putih ( lekosit ) rupanya
bening dan tidak berwarna, bentuknya lebih besar dari sel darah merah, tetapi
jumlah sel darah putih lebih sedikit. Diameter leukosit sekitar 10 µm. Batas
normal jumlah lekosit berkisar 4.000 – 10.000 / mm³ darah. Lekosit di dalam
tubuh berfungsi untuk mempertahankan tubuh terhadap benda –benda asing (
foreign agents) termasuk kuman – kuman penyebab penyakit infeksi. Lekosit yang
berperan adalah monosit, netrofil, limfosit. Lekosit juga memperbaiki kerusakan
vaskuler. Lekosit yang memegang peranan adalah eosinofil sedangkan basofil
belum di ketahui pasti.( Depkes,1989 ).
Sifat-sifat
sel darah putih sel plasma, dan sebagai tambahan dapat juga kita jumpai banyak
sekali platelet (trombosit) yang merupakan fragmen atau pecahan–pecahan dari
tujuh macam sel darah putih yang dapat dijumpai didalam sumsum tulang yaitu
megakariosit. Sel darah putih dapat dibedakan menjadi dua yaitu granulosit dan
non granulosit yaitu netrofil, eosinofil, dan basofil. Sedangkan
non granulosit yaitu limfosit dan monosit.
Pembentukan Sel Darah Putih Sel–sel
darah putih yang dibentuk didalam sumsum tulang terutama granulosit akan
disimpam didalam sumsum tulang sampai mereka diperlukan dalam sirkulasi. Dalam
keadaan normal granulosit yang bersirkulasi didalam seluruh aliran darah
kira–kira tiga kali dari jumlah granulosit yang disimpan dalam sumsum tulang,
jumlah ini sesuai dengan persediaan granulosit selama enam hari.
Bahan–bahan Yang Dibutuhkan Untuk
Pembentukan Sel–sel Darah Putih Pada umumnya untuk pembentukan sel-sel darah
putih itu juga sangat membutuhkan vitamin-vitamin dan asam-asam amino seperti
halnya kebanyakan sel-sel yang lainnya dalam tubuh terutama bila sampai
kekurangan asam folat, suatu senyawa vitamin B kompleks yang menghambat
pembentukan sel darah putih juga dapat menghambat pemasakan sel-sel darah
merah. Juga pada gangguan metabolisme yang parah, maka produksi sel-sel darah
putih mungkin akan sangat berkurang walaupun sebenarnya sel-sel ini lebih
dibutuhkan dari pada keadaan biasanya.
Masa hidup sel-sel darah putih alasan utama
mengapa sel darah putih itu sampai dapat dijumpai didalam darah karena biasanya
sel-sel ini telah diangkut dari sumsum tulang atau jaringan limfoid menuju
daerah-daerah tubuh yang membutuhkan sel-sel darah putih tersebut, jadi diduga
bahwa masa beredar sel-sel darah putih dalam darah mungkin saja singkat. Dalam
keadaan normal masa hidup sel-sel granulosit sesudahnya dilepaskan dari sumsum
tulang adalah 4-8 jam. Dalam masa ini sel-sel tersebut bersirkulasi dalam darah
dan pada keadaan masa yang lain yakni 4-5 hari dalam jaringan-jaringan keadaan
infeksi berat jaringan tubuh masa hidup keseluruhan sering sekali berkurang
sampai menjadi hanya beberapa jam karena sel-sel granulosit ini selanjutnya
dengan cepat akan menuju infeksi, mencernakan organisme-organisme yang menyerbu
dan masuk kedalam proses dimana sel-sel itu sendiri musnah. Sel-sel monosit
juga mempunyai masa beredar yang sangat singkat di dalam darah sebelum sel-sel
ini mengembara melalui membran-membran kapiler untuk masuk ke jaringan.
Limposit akan masuk ke dalam system sirkulasi secara terus menerus sesuai
dengan waktu atau selama pengeluaran limfe dari kelenjar limfe (Guyton, 1995).
Jenis-Jenis
Sel Darah Putih :
a)
Neutrofil
Granula yang terdapat dalam sitoplasma
neutrofil bereaksi baik dengan zat warna basa maupun asam. Pada sediaan apus
yang diwarnakan dengan pulasan Wrigth, yaitu pulasan yang paling banyak
digunakan, granula itu membentuk warna netral atau biru. Pada sel yang matang,
kromatin inti memadat membentuk gumpalan atau lobus, yang dihubungkan satu
dengan yang lain oleh benang-benang halus. Sel-sel ini (netrofil) disebut
leukosit polimorfonuklear karena bentuk intinya bermacam-macam. Neutrofil yang
lebih muda mempunyai inti yang lebih besar yang tidak dibagi menjadi beberapa
lobus. Sel dalam stadium ini disebut batang sebab intinya berbentuk seperti
batang yang melengkung, dalam bahasa Jerman disebut stab. Neutrofil merupakan
garis pertahanan yang pertama bila ada kerusakan jaringan atau bila ada benda
asing yang masuk. Respons yang cepat menyebabkan mekanisme serangan neutrofil
terhadap zat-zat tersebut efisien.
b) Eosinofil
Eosinofil adalah granulosit dengan inti
yang terbagi menjadi 2 lobus dan sitoplasma bergranula kasar, refraktil dan
berwarna merah tua oleh zat warna yang bereaksi asam yaitu eosin. Walaupun
mampu melakukan fagositosis eosinofil tidak mampu membunuh kuman. Eosinofil
mengandung berbagai enzim yang menghambat mediator inflamasi akut dan seperti
halnya neutrofil histaminases. Peran biologik eosinofil adalah modulasi
aktivitas selular dan kimiawi yang berkaitan dengan inflamasi akibat reaksi
imunologik. Eosinofil juga mempunyai kemampuan unik untuk merusak larva cacing
tertentu.
c) Basofil
Pada
keadaan normal, jumlah basofil dalam sirkulasi hanya 1% dari jumlah leukosit.
Granula sel ini kasar dan berwarna biru bila diwarnakan dengan zat warna yang
bereaksi basa, dan bila diwarnakan dengan zat warna metakromatik, granula itu
berwarna terang. Granula basofil mukopolisakarida, asam hialuronat dan
histamine. Fungsi basofil dalam sirkulasi tidak diketahui. Sel yang mirip
sangat banyak terdapat dalam kulit, dalam mukosa saluran napas dan jaringan
ikat.
d) Limfosit
Limfosit
dalam darah hanya merupakan sebagian kecil dari limfosit total yang terdapat
dalam tubuh. Sebagian besar limfosit membentuk sarang-sarang dalam kelenjar
limfe, limpa, mukosa saluran cerna dan tersebar didalam sumsum tulang, hati,
kulit dan jaringan radang kronik ditempat manapun diseluruh tubuh. Sekitar
75-80 % limfosit yang terdapat dalam sirkulasi pada orang dewasa sehat adalah
limfosit T, 10-15 % adalah limfosit B, sedangkan sisanya adalah sel null.
e) Monosit
Pada
satu saat hanya sedikit monosit yang ada dalam sirkulasi. Monosit merupakan 5-8
% dari jumlah leukosit dalam darah, tetapi yang ada dalam sirkulasi hanya
merupakan sebagian kecil saja dari seluruh cadangan sel ini. Sel monosit
mengalami maturisasi dari sel induk yang sama dengan sel induk granulosit, sel
monosit mengalami maturisasi dalam sumsum tulang, beredar sebentar kemudian
masuk ke dalam jaringan dan menjadi makrofag.( Frances, K. Widmann 1995).
C.
Trombosit
Trombosit
merupakan elemen terkecil dalam struktur darah, merupakan sel darah yang
berperan penting dalam hemostasis, karena granula trombosit mengandung faktor
pembekuan darah adenenosine trifosfat (ADP) dan adenosine trifosfat (ATP),
serotonin, katekolamin, dan kalsium. Trombosit melekat pada lapisan pembuluh
darah yang rombak (luka) dengan membentuk plug trombosit (Rukmana, 2010).
Morfologi
trombosit berbentuk bulat atau oval, berukuran 1-4 , tidak berinti, sitoplasma
biru dengan granula ungu kemerahan. Nilai Normal trombosit adalah 250.000/mm3
(atau sekitar 250x109 /L) dengan kisaran antara 150.000 hingga 400.000/ mm 3
(Rukmana, 2010).
Sel trombosit
berasal dari sumsum tulang melalui fragmentasi sitoplasma megakariosit.
Megakariosit merupakan megakarioblas yang berdiferensiasi dari sel induk
hemopoietik. Mengalami pematangan dengan replikasi inti endomitotik,
memperbesar volume sitoplasma sejalan dengan penambahan lobus inti menjadi dua
kali lipat, sitoplasma bergranular dan trombosit dilepaskan. Setiap
megakariosit dapat melepaskan sekitar 4000 trombosit. Interval waktu dari
diferensiasi sel induk hemopoietik sampai produksi trombosit sekitar 10 hari
(Siregar, 1010).
Produksi
trombosit dipengaruhi oleh interlekin 1, interlekin 6, interlekin 11 dan
trombopoietin yang dihasilkan oleh hati dan ginjal, trombopoietin mampu
meningkatkan jumlah megakariosit dan kecepatan maturasinya mulai dari
pertumbuhan megakariosit sampai terlepasnya trombosit (Oehadian, 2003).
Trombosit
berfungsi membentuk sumbatan mekanis saat respon hemostatik terhadap luka, dan
vaskular. Trombosit berperan penting dalam pembekuan darah. Trombosit akan berkumpul
di tempat terjadinya luka, lalu memicu benang – benang fibrin yang kemudian
menyatu dan menutupi perdarahan. Hal ini terjadi karena fungsi trombosit yaitu
adhesi, pelepasan, agregasi, aktivitas prokoagulan dan fusi. Proses adhesi
adalah proses perlekatan trombosit dengan pembuluh darah, agregasi trombosit
adalah perlekatan antara sesama trombosit. Trombosit dalam keadaan tidak aktif
akan saling menolak karena glikoprotein pada permukaan trombosit mengandung
molekul asam sialat yang mengakibatkan permukaan bermuatan negatif sehingga
trombosit tidak saling melekat (Sotianingsih, 2001).
BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.
Waktu
dan tempat
Waktu
dan tempat dilaksanakannya praktikum ini pada hari Kamis 4 Oktober 2017. Pukul
10.31 – 13.00 WIB. Tempat Laboratorium Patologi Klinik Fakultas Farmasi Dan
Sains Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta.
B.
Alat
dan bahan
1. Alat
·
Heamometer sahli
·
Pipet sahli
·
Mikroskop
·
Pipet thoma
·
Tourniquet
·
1 set alat haemocytometer
2. Bahan
·
Hcl
·
Sampel darah
·
Alkohol
·
Larutan Rees Ecker
·
Reagen Turk
·
Tissue
C.
Prosedur
1. Uji
hitung leukosit
·
Darah dihisap dengan pipet leukosit
sampai tanda 0,5.
·
Hisap reagen turk sampai tanda batas 11,
kocok selama 3 menit.
·
Kamar hitung yang sudah disiapkan diisi
dengan larutan darah dan turk.
·
Biarkan selama 3 menit kemudian lihat
dibawah mikroskop.
2.
Uji hitung trombosit
·
Hisap larutan rees ecker, kemudian
buang.
·
Hisap darah hingga angka 0,5 + larutan
rees ecker sampai batas 101 kocok selama 3 menit.
·
Masukan larutan ke kamar hitung dan
dibiarkan selama lebih kurang 5 menit .
·
Lihat dibawaah mikroskop.
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
dan pembahasan leukosit
|
No
|
Nama Mahasiswa
|
Kadar
Leukosit
|
|
1
|
Indah
|
12000 / mikroL darah
|
|
2
|
Suci
|
1000 / mikroL darah
|
|
3
|
Amelia
|
8550 / mikroL darah
|
Perhitungan leukosit :
Vb
Vb = 4 x P x L x T
=
4 x ½ x ½ x 0,1
=
0,4 mikroL darah
Volume
darah yang diambil
n
= Jumlah leukosit yang ada dikamar hitung
Fp = Faktor pengenceran
Vb = volume bidang yang dihitung
Nilai normal : Wanita = Pria (
5000-10000 / mikroL darah)
Darah adalah
bagian dari transport tubuh. Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan
yang terdiri dari 2 bagian besar, yaitu plasma darah yang merupakan cairan dan
sel-sel darah yaitu elemen-elemen yang ada dalam darah yang terdiri dari
eritrosit dan leukosit (Anonim, 1980).
Leukosit adalah bagian dari
darah yang berwarna putih dan merupakan sistem pertahan tubuh terhadap infeksi
yang terdiri granuler dan agranurel (Evely c. Pecear, 2009).
Leukosit adalah sel darah putih
yang mengandung inti. Di dalam darah normal manusia terdapat jumlah leukosit
6000-10000 / mikroL darah, bila jumlah dalam darah lebih daro 10000/mikroL
darah leukositosis sedangkan jika jumlah kurang dari 6000/mikroL darah disebut
leukopenia. Dilihat dari mikroskop cahaya maka sel darah putih mempunyai
granula spesifik, yang dalam keadaan hidup berupa tetesan setengah cair.
Ciri-ciri leukosit:
a) Berfungsi mempertahankan tubuh dari serangan penyakit dengan cara memakan (fagositosis) penyakit tersebut. Itulah sebabnya leukosit
disebut juga fagosit.
b) Jumlah leukosit sangat sedikit dibandingkan dengan eritrosit (dalam
setiap mm3 darah hanya 6000 - 9000).
a) Berfungsi mempertahankan tubuh dari serangan penyakit dengan cara memakan (fagositosis) penyakit tersebut. Itulah sebabnya leukosit
disebut juga fagosit.
b) Jumlah leukosit sangat sedikit dibandingkan dengan eritrosit (dalam
setiap mm3 darah hanya 6000 - 9000).
|
(1) Jika jumlah < 6000 seseorang akan
menderita leukopenia.
(2) Jika jumlah > 9000 seseorang akan menderita leukositas. (3) Jika jumlah berlebih hingga 20.000 orang tersebut akan menderita leukemia (kanker darah). |
c) Bentuknya bervariasi dan mempunyai inti sel
bulat ataupun cekung.
d) Geraknya seperti Amoeba dan dapat menembus dinding kapiler.
e) Plasma leukosit mengandung butiranbutiran (granula).
d) Geraknya seperti Amoeba dan dapat menembus dinding kapiler.
e) Plasma leukosit mengandung butiranbutiran (granula).

Berdasarkan ada atau tidaknya granula di dalam
plasma, leukosit di
kelompokkan menjadi:
kelompokkan menjadi:
Leukosit Granulosit (leukosit bergranula)

(1)
Neutrofil, plasmanya bersifat netral, inti selnya
seringkali berjumlah banyak dengan bentuk bermacam-macam, bersifat fagositosis
terhadap eritrosit, kuman dan jaringan mati.

(2)
Eosinofil, plasmanya bersifat asam sehingga akan
berwarna
merah tua bila ditetesi eosin, bersifat fagosit dan jumlahnya akan
meningkat jika tubuh terkena infeksi.
merah tua bila ditetesi eosin, bersifat fagosit dan jumlahnya akan
meningkat jika tubuh terkena infeksi.

(3) Basofil,
plasmanya bersifat basa sehingga akan berwarna biru
jika ditetesi larutan basa, jumlahnya bertambah banyak jika terjadi
infeksi, bersifat fagosit, mengandung heparin, yaitu zat kimia anti
penggumpalan.
jika ditetesi larutan basa, jumlahnya bertambah banyak jika terjadi
infeksi, bersifat fagosit, mengandung heparin, yaitu zat kimia anti
penggumpalan.
Leukosit Agranulosit (leukosit tidak bergranula)

(1)
Limfosit, tidak dapat bergerak, berinti satu, ukuran
ada yang besar dan ada yang kecil, berfungsi untuk membentuk antibodi.

(2) Monosit,
dapat bergerak seperti Amoeba, mempunyai inti yang
bulat atau bulat panjang, diproduksi pada jaringan limfa dan
bersifat fagosit.
bulat atau bulat panjang, diproduksi pada jaringan limfa dan
bersifat fagosit.
Fungsi Sel
Darah Putih (Leukosit)
- Berfungsi menjaga kekebalan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit
- Melindungi badan dari serangan mikroorganisme pada jenis sel darah putih granulosit dan monosit
- Mengepung darah yang sedang terkena cidera atau infeksi
- Menangkap dan menghancurkan organisme hidup
- Menghilangkan atau menyingkirkan benda-benda lain atau bahan lain seperti kotoran, serpihan-serpihan dan lainnya.
- Mempunyai enzim yang dapat memecah protein yang merugikan tubuh dengan menghancurkan dan membuangnya
- Menyediakan pertahanan yang cepat dan juga kuat terhadap penyakit yang menyerang.
- Sebagai pengangkut zat lemak yang berasal dari dinding usus melalui limpa lalu menuju ke pembuluh darah
- Pembentukan Antibodi di dalam tubuh.
Kelainan-Kelainan
Pada Leukosit
1.
PERGESERAN KE KIRI (Shift To The Left)
Peningkatan
jumlah leukosit muda dalam darah tepi. Misalnya peningkatan jumlah netrofil
batang > 10 % dalam darah tepi.
2.
NETROFILIA
Peningkatan
jumlah neutrofil dalam darah tepi lebih dari normal, ini bisa
disebabkan :
– Infeksi
akut contoh : radang paru, pneumonia, meningitis
– Infeksi
lokal yang disertai dengan produksi dan penimbunan nanah
– Intoksikasi,
missal pada zat-zat kimia, uremia.
– Selain itu
ada juga Netrofilia Fisiologik yang disebabkan oleh olah raga yang berlebihan,
stress, ini disebut juga Pseudonetrofilia.
3.
EOSINOFILIA
Peningkatan
jumlah eosinofil dalam darah tepi, ditemukan pada :
– Penyakit
alergi (Urticaria, Asthma bronchiale).
– Infeksi
parasit misal pada : Schistosomiasis, Trichinosis, Cacing tambang)
– Sesudah
penyinaran
– Hodgkin’s
disease, Poli arthritis nodosa,dll
– Keganasan,
penyakit kulit misal Eksim
4. BASOFILIA
Peningkatan
jumlah basofil dalam darah, ditemukan pada :
– Infeksi
oleh virus (Smallpox, Chickenpox)
– Kadang-kadang
sesudah Spleenektomi, Anemia hemolitik kronis
5.
MONOSITOSIS
Peningkatan
jumlah monosit dalam darah, ditemukan pada :
– Infeksi
Basil (TBC, Endocarditis sub akut)
– Infeksi
Protozoa (Malaria, dysentri amoeba kronik)
– Hodgkin’s
disease, Artritis Rheumatoid
6.
LIMPOSITOSIS
Peningkatan
jumlah limposit dalam darah, ditemukan pada :
– Infeksi
akut (Pertusis, hepatitis, Mononucleusis infeksiosa) dan Infeksi menahun
– Pada
infant (bayi dan anak-anak)
– Radang
kronis misal Kolitis Ulseratif
– Kelainan
metabolic (Hipertiroidisme)
7.
NEUTROPENIA
Penurunan
jumlah netrofil dalam darah tepi, penyebabnya :
– Penyakit
infeksi
– Demam
thypoid, Hepatitis, Influenza, campak, malaria, juga tiap jenis infeksi akut.
– Bahan
kimia dan fisika misal pada radiasi dan obat, Hiperspleenisme, penyakit hati.
8.
LIMFOPENIA
Penurunan
jumlah limposit dalam darah tepi, penyebab :
– Kematian
kortikosteroid misalnya akibat terapi dengan obat Steroid.
– Penyakit
berat misal : Gagal jantung, gagal ginjal, TBC berat.
9.
AGRANULOSITOSIS
Menghilangnya
granulosit dalam darah tepi secara mendadak pada seseorang yang sebelumnya
normal. Pada agranulositosis yang umum jumlah leukosit rendah dan limposit
matang merupakan satu-satunya jenis leukosit yang ada dalam darah tepi.
Penyebabnya :
Penyakit autoimmune, juga obat contoh obat : Antalgin dan sulfonamide
10. REAKSI
LEUKEMOID
Leukositosis
reaktif yang bukan proses keganasan (Benigna) dengan sel-sel leukosit
belum matang dan matang yang memasuki sirkulasi dalam jumlah berlebihan.
Pada praktikum kali ini
dihitung leukosit menggunakan cara manual dan pada cara ini ditambahkan larutan
pengence/ reagen turk. Isi dari reagen turk adalah asam asetat 2% dan gentian
violet 1%, penambahan gentian violet bertujuan untuk memberikan warna pada
leukosit. Larutan ini bersifat memecah eritrosit dan trombosit tetapi tidak
pada leukosit. Didapat jumlah leukosit dalam darah indah = 12000/mikroL darah
suci= 1000/mikroL darah amelia= 8550/mikroL darah. Pada darah indah jumlah
leukosit dalam darah diatas batas normal sehingga indah bisa dikatakan
leukositosis sedangfkan didalam darah suci terdapat leukist dibawah batas
normal dan bisa dikatakan leukopenia. Tetapi ada beberapa faktor lain yang
dapat mempengaruhi jumlah leukosit dalam darah seperti, puasa 2 jam setelah
makan 800 kalori volume darah plasma akan meningkat begitu juga sebaliknya,
obat-obatan dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan leukosit misalnya adrenalin
secara iv akan meningkatkan leukosit, perubahan posisi pada waktu berbaring
menjadi berdiri akan mengurangi volume darah sebanyak 10-15%, bisa juga karena
pada saat menghitung tidak teliti atau darah didiamkan terlalu lama sehingga
darah mengering.
B. Hasil
dan pembahasan trombosit
|
No
|
Nama
Mahasisa
|
Kadar
Trombosit
|
|
1
|
Zetta
|
554000/mikroL
darah
|
|
2
|
Aisyah
|
358000/mikroL
darah
|
|
|
|
|
Perhitungan
:
Vb
Trombosit merupakan
elemen terkecil dalam darah, merupakan sel darah yang berperan penting dalam
hemostatis, karena granula trombosit mengandung faktor pembekuan darah
adenenosine tropospat (ADP) dan (ATP), serotonin, ketokolamin dan kalsium.
Trombosit melekat pada lapisan pembulu darah yang luka dengan membentuk plug
(rukmana, 2010).
Trombosit berbentuk
bulat atau oval, berukuran 1-4 mikro, tidak berinti, sitoplasma biru dengan
granula keunguan. Nilai normal trombosit adalah 200000-500000/miikroL darah.
Trombosit berfungsi
membentuk sumbatan mekanisme saat respon hemostatik saat luka memici
benang-benang fibrin yang kemudian menyatu dan menutupi perdarahan
(etyaningsih, 2001).
Salah satu pemeriksaan
laboratorium pada trombosit adalah hitung jumlah trombosit. Dimana trombosit
sukar dihitung karena mudah sekali pecah dan sulit dibedakan dengan kotoran
kecil (gandasoebrata, 2004).
Ciri-ciri Trombosit:
a) Sering disebut sel darah pembeku karena fungsinya dalam proses
pembekuan darah.
b) Berukuran lebih kecil daripada eritrosit maupun leukosit dan tidak berinti.
c) Dalam setiap mm3 terdapat 200.000 - 400.000 trombosit.
d) Dibentuk pada sel megakariosit sumsum tulang.
e) Mempunyai waktu hidup sekitar 8 hari.
a) Sering disebut sel darah pembeku karena fungsinya dalam proses
pembekuan darah.
b) Berukuran lebih kecil daripada eritrosit maupun leukosit dan tidak berinti.
c) Dalam setiap mm3 terdapat 200.000 - 400.000 trombosit.
d) Dibentuk pada sel megakariosit sumsum tulang.
e) Mempunyai waktu hidup sekitar 8 hari.
Nilai normal 150.000-400.000
sel/mikroliter darah. Bila kadar trombosit di atas rentang nilai normal
(>400.000/mikroliter darah) disebut dengan trombositosis. Penyebab
terjadinya trombositosis dibagi menjadi 2 yaitu primer (kelainan di sumsum
tulang) dan sekunder (reaktif akibat suatu penyakit). Yang paling sering
terjadi adalah penyebab sekunder. Yang termasuk penyebab sekunder adalah:
kekurangan zat besi, peradangan dalma tubuh (seperti adanya
kerusakan jaringan atau infeksi), keganasan (kanker).
Bila kadar
trombosit di bawah rentang normal (<150.000/mikroliter) disebut dengan trombositopenia.
Bila hanya nilai trombosit yang mengalami penurunan, biasanya disebabkan oleh
penyakit idiopatik trombositopenia purpura (ITP),
trombositopenia yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu, atau karena gangguan
pembekuan darah di seluruh tubuh akibat infeksi atau peradangan yang meluas.
Bila trombositopenia diikuti dengan penurunan nila normal komponen sel darah
yang lain (sel darah merah dan sel darah putih), perlu
dicurigai adanya kegagalan sumsum tulang dalam memproduksi seluruh komponen sel
darah seperti pada kanker darah yang akut (leukemia akut) atau kelainan
dalam pembentukan sumsum tulang (myelodysplasia).
Pada praktikum
kali ini digunakan metode rees ecker dengan cara darah yang diencerkan dalam
pipet thoma lalu dimasukkan kekamar hitung. Dengan larutan pengencer yang
terdiri dari BCB (Briliant Cresyl Blue) yang membuat trombosit berwarna terang
kebiruan saat dilihat dibawah mikroskop.
Pada metode ini didapat jumblah trombosit zeta = 554000/mikroL darah dan aisyah
358000/mikroL darah. Pada darah zeta terdapat jumlah trombosit yang lebih dari
standar normal bisa disebut trombositosis tetapi faktor lain dapat mempengaruhi
metode ini yaitu pada pengenceran darah dengan reagen belum homogen, kebersihan
kamar hitung, ketidak telitian saat menghitung trombosit dikamar hitung.
Kesimpulan
1. Leukosit
dan trombositmerupakan komponen dari darah.
2. Fungsi
leukosit sebagai fagositosis anti imun tubuh
3. Leukosit
dibagi jadi granul dan agranulosit
4. Kadar
leukosit normal yaitu 5000-10.000 ml darah
5. Trombosit
berfungsi dalam pembekuan darah
6. Kadar
trombosit normal yaitu 200.000-500.000ml darah
7. Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah kadar leukosit yang beda dengan reang normal
Lampiran

Pemijitan
tangan sebelum di ambil darah pengambilan darah
untuk cek jumlah
untuk uji leukosit.
pada leukosit.

Darah dihisap dengan pipet thoma
sampai Pengisap reagen
turk sampai tanda
0,5.
batas II pada pipet.
Menghomogenkan dengan membentuk angka Hasil dari menghomogenkan.
8 secara horizontal.
Hasil dari menghomogenkan tadi di tetesi
Ke kamar-kamar lalu di amati dengan
mikroskopik
Langganan:
Postingan (Atom)
7 Manfaat Kayu Manis Bagi Kesehatan
Siapa yang tidak suka pie apel juga chai latte dengan sedikit taburan kayu manis bubuk? Kayu manis adalah salah satu rempah – rempah yang...
-
Bintang.com, Jakarta TNI Terdiri dari 3 angkatan (matra) yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Kebanyakan yang orang t...
-
Assalamualaikum temen2 blog yg aku cintai,,cieee hahah ,kali ini saya akan share ulasan seluk beluk email,,bagi yg udh lma punya email ps...
-
Punya Garis Tangan Membentuk Huruf M? Berbahagialah! Ini Artinya Selasa, 22 Desember 2015 12:18 Inilah garis tangan membentuk huruf M...

