Rabu, 29 November 2017

7 Manfaat Kayu Manis Bagi Kesehatan

Siapa yang tidak suka pie apel juga chai latte dengan sedikit taburan kayu manis bubuk? Kayu manis adalah salah satu rempah – rempah yang terkenal dengan cita rasanya yang khas. Namun ternyata kayu manis bukan hanya terkenal karena rasanya, tapi juga manfaatnya bagi kesehatan.
Ingin tahu apa manfaat kayu manis untuk kesehatan? Berikut ini adalah beberapa diantaranya yang ditulis dan dilansir oleh situs care2.com.

1. Beberapa penelitian menemukan bahwa kayu manis dapat membantu mengatur kadar gula dalam darah. Selain itu, kayu manis juga sangat baik bagi mereka yang ingin menyeimbangkan mood. Oleh karena itu, kayu manis sangat baik bagi penderita diabetes.
2. Kayu manis juga dapat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Dengan berkurangnya kolesterol jahat, maka berkurang pula risiko terserang penyakit jantung.
3. Kandungan anti infeksi dalam kayu manis dapat membantu tubuh melawan sariawan dan beberapa penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri H. plyiori.
4. Penelitian telah membuktikan manfaat kayu manis dalam mengurangi nyeri akibat menstruasi sekaligus memperbaiki kesuburan seseorang.
5. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Texas menyebutkan bahwa kayu manis dapat menahan laju penyebaran sel kanker dan dapat berfungsi sebagai anti kanker.
6. Penggunaan kayu manis dalam bahan makanan tidak hanya menambahkan cita rasa tetapi juga berfungsi sebagai bahan pengawet alami yang tidak berbahaya.
7. Kayu manis juga mengandung beberapa nutrisi seperti mangan, kalsium, serat dan iron yang mana adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk proses metabolisme.

10 Makanan Sehat Penurun Tekanan Darah Tinggi Super Cepat



Darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak berisiko bagi orang saat ini. Tak hanya menyerang orang-orang yang telah berusia lanjut, anak-anak muda juga tak luput dari serangannya. Ketika darah tinggi telah parah, ini bisa berakibat fatal dan menyebabkan berbagai risiko penyakit berbahaya lain seperti stroke hingga serangan jantung.

Beberapa gejala dari darah tinggi antara lain adalah nyeri pada bagian dada, denyut jantung tidak teratur, sakit kepala yang parah, gangguan pada penglihatan, mudah lelah dan badan pegal-pegal. Sebenarnya, gejala darah tinggi bisa dirasakan dengan mudah oleh penderitanya sehingga bisa dicegah atau diatasi dengan cepat. Dilansir dari laman today.com, cara mengatasi gejala darah tinggi adalah dengan menerapkan pola hidup sehat dan konsumsi makanan penurun tekanan darah.

Adapun makanan yang bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi dengan cepat antara lain sebagai berikut.


  1. Sayur Bayam. Sayur ini mengandung serat tinggi dan kalium. Dua nutrisi ini baik dalam mengurangi efek tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  2. Bawang Putih. Aromanya memang cukup menyengat dan rasanya cukup aneh di lidah. Tapi jangan salah, nutrisi dan vitamin yang terkandung di dalam bawang putih bermanfaat baik menurunkan tekanan darah atau menstabilkan tekanan darah. Selain itu, bawang putih juga rendah kolesterol sehingga baik buat kesehatan jantung. 
  3. Tomat. Kandungan nutrisi dan vitamin yang ada pada tomat dipercaya mampu menurunkan tekanan darah tinggi dengan baik. Tomat bisa dimakan secara langsung, dibuat jus atau dimasak bersama sayuran. 
  4. Seledri. Hampir sama dengan bawang putih, seledri dengan aroma cukup menyengat ini bermanfaat baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Kandungan kalsium dan kalium yang tinggi pada seledri yang membuatnya ampuh menurunkan tekanan darah tinggi. 
  5. Pisang. Buah pisang adalah buah yang kaya nutrisi dan vitamin. Selain bisa dimanfaatkan sebagai nutrisi diet, pisang juga bisa dimanfaatkan untuk menutrisi tubuh penderita tekanan darah tinggi. 
  6. Jeruk. Vitaminnya yang tinggi membuat jeruk begitu baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Kandungan kaliumnya bahkan tak hanya sebagai penurun tekanan darah tetapi juga penurun berat badan yang ampuh. 
  7. Alpukat. Buah satu ini memiliki kandungan vitamin C, E, kalsium dan serat. Kandungan inilah yang bermanfaat baik menurunkan tekanan darah tinggi. 
  8. Cokelat. Kandungan antioksidan yang tinggi dan nutrisi sehat lainnya pada cokelat dipercaya bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi dengan baik. Ini juga bisa meredakan stres, depresi dan membuat perasaan jauh lebih bahagia. 
  9. Yogurt. Minum yogurt secara rutin setiap pagi atau malam sebelum tidur bisa bantu menurunkan berat badan dengan baik, menyehatkan sistem pencernaan dan menurunkan tekanan darah tinggi. Ini juga baik untuk kesehatan jantung serta organ dalam tubuh lainnya. 
  10. Oatmeal. Sebagai produk olahan dari gandum yang dipercaya sangat baik menutrisi tubuh ketika diet, oatmeal ternyata juga menutrisi baik tubuh yang menderita tekanan darah tinggi. Oatmeal juga baik untuk kesehatan jantung dan melancarkan sistem peredaran darah.

Selain makanan di atas, makanan lain yang juga dipercaya bisa menurunkan risiko tekanan darah tinggi adalah buah belimbing, buah mentimun, minyak zaitun, susu skim bebas lemak, buah melon, buah blewah dan kedelai. Semoga informasi ini bermanfaat.

Perlu kita tahu, menurunkan risiko tekanan darah tinggi tak hanya bisa dilakukan dengan makan makanan di atas saja lho ya. Kita tetap penting menerapkan pola hidup sehat, memiliki istirahat dan olahraga cukup, menghindari stres dan menghindari makanan penyebab darah tinggi.

4 Tanaman Herbal Hebat Cegah Kanker

Jika Anda tidak suka menelan obat-obatan, maka Anda sudah sewajarnya menjaga kesehatan tubuh. Menjaga kesehatan tubuh juga bisa dilakukan dengan minum minuman herbal atau makan makanan yang mengandung manfaat menyembuhkan dan berperan sebagai obat, terutama untuk mencegah kanker.
Seperti juga dilansir dari healthmeup.com, ada beberapa tanaman di sekitar Anda, yang juga seringkali jadi bumbu dapur, namun juga merupakan tanaman herbal penting mencegah kanker. Beberapa di antaranya adalah
  • Daun mint

    Daun mint, memang belum banyak ditanam di Indonesia, namun penggunaannya dalam masakan sudah tidak asing lagi. Bukan hanya lezat menjadi tambahan makanan, mint juga memiliki kemampuan super menyembuhkan penyakit dengan berbagai kandungan fitonutrien-nya mencegah dan melawan penyakit yang masuk ke tubuh., termasuk mencegah perkembangan sel kanker. Itulah mengapa, banyak daun mint sering dimasukkan dalam infused water.
  • Kayu manis

    Bahan yang sering dianggap sebagai rempah dapur ini juga memiliki kemampuan melancarkan peredaran darah jika diseduh dan diminum hangat. Kandungan hangat dalam kayu manis mampu menghancurkan kemampuan berkembangnya H. pylori, yaitu bakteri yang menyebabkan kanker usus. Hanya butuh satu sendok teh bubuk kayu manis diseduh setiap hari untuk bisa mengurangi risiko kanker.
  • Jahe

    Anda juga sudah tahu pasti dengan khasiat jahe. Tanaman obat ini bukan hanya mampu menghangatkan tubuh, namun juga menjadi obat yang menyembuhkan dan perisai mencegah penyakit kanker. Ini karena jahe memiliki  ginerol dan zingerone yang merupakan antioksidan kuat dan anti-inflamasi yang sangat baik mencegah pembentukan sel kanker dan tumor. Bahkan jahe mampu melakukan autophagy dengan kandungan nutrisinya, yaitu menjadikan sel kanker makan dirinya sendiri.
  • Lada hitam

    Kandungan piperin merupakan bahan kimia aktif yang ada di dalam lada hitam, yaitu antioksidan kuat yang mampu menghambat sel kanker payudara berkembang bahkan sebelum mulai muncul sebagai tumor.
Jadi, coba konsumsi atau seduh empat bahan makanan di atas setiap hari untuk bisa mencegah penyakit kanker ya guys and ladies
.

Trombosit dan Leukosit



MAKALAH  PRAKTIKUM
PATOLOGI KLINIK
“Trombosit Dan Leukosit”



Disusun Oleh :
Doni Setiawan (1604015018)
Sinta Devianti  (1604015264)
Panji Maghfiro (1704019023)
Kelompok 4
Kelas  G2

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR HAMKA
FAKULTAS FARMASI DAN SAINS
JAKARTA
2017


KATA PENGANTAR

    Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karna atas berkat dan limpahan rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “trombosit dan leukosit’’dengan lancar.
    Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan para pembaca mengenai trombosit dan leukosit serta kesimpulan dari trombosit dan leukosit. Penyusun jadi menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, penyusun mengharapkan adanya kritik,saran dan usul demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingan tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
    Melalui kata pengantar ini penyusun terlebih dahulu meminta maaf dan memohon pemakluman bila mana terdapat kesalahan pada makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.



Jakarta, 18 Oktober 2017


penyusun





DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR...................................................................2
DAFTAR ISI.................................................................................3
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1            Latar Belakang.....................................................................4
1.2            Tujuan Penulisan..................................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III METODE PRATIKUM
BAB  IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA..................................................................12
LAMPIRAN................................................................................13








BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang
   Sistem peredaran darah terdiri dari jantung, pembulu darah, dan saluran limfe. Jantung merupakan organ pompa besar yang memelihara peredaran melalui seluruh tubuh.
   Darah adalah jaringan cairan yang terdiri atas dua bagian. Bahan interseluler adalah cairan yang di sebut plasma dan di dalamnya terdapat unsur-unsur padat, yaitu sel darah. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per dua belas berat badan atau kira-kira  5 liter. Sekitar 55 persen adalah cairan, sedangkan 45 persen sisanya terdiri atas sel darah. Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang di dipadatkan yang berkisar atara 40 sampai 47.
   Sel darah putih rupanya bening dan tidak berwarna, bentuknya lebih besar dari pada sel darah merah, tetapi jumlahnya lebih kecil. Dalam setiap milimeter kubik darah terdapat 6.000 sampai 10.000 (rata-rata 8.000) sel darah putih. Granulosit atau sel polimorfonuklear merupakan hampir 75 persen dari seluruh jumlah sel darah putih. Granulosit terbentuk dalam susum tulang. Sel ini berisi sebuah nukleus yang berbelah banyak dan protoplasmanya berbulir, sehingga di sebut sel berbulir atau granulosit. Kekurangan granulosit di sebut granulasitopenia.
   Tidak adanya granulosit di sebut agranulositosis, yang dapat timbul setelah makan obat tertentu, temasuk juga beberapa antibiotika. Oleh karna itu apa bila makan obat-obatan tersebut, pemeriksaan darah sebaiknya sering dilakukan untuk mengetahui keadaan ini seawal mungkin.
   Fungsi sel darah putih granulosit dan monosit mempunyai peranan penting dalam perlindungan badan terhadap mikroorganisme. Dengan kemampuan sebagai fagosit, kedua sel darah itu memakan bakteri-bakteri hidup yang masuk ke peredaran darah. Melalui mikroskopik adakalanya dapat di jumpai sebanyak 10-20 mikroorganisme tertelan sebutir granulosit. Pada waktu penjalanan fungsi ini, sel darah itu di sebut fagosit. Dengan kekuatan amuboitnya, sel darah itu dapat bergerak  bebas di dalam dan dapat keluar pembuluh darah serta berjalan mengitari seluruh bagian tubuh.
   Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.
   Trombosit adalah sel kecil  kira-kira sepertiga ukuran sel darah merah. Terdapat 300.000 trombosit dalam setiap milimeter kubik darah. Peranannya penting dalam penggumpalan darah. Selain itu trombosit juga memiliki peranan sangat penting ketika terjadi luka atau kebocoran pada pembuluh darah.
A.    Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui struktur serta jumlah dari leukosit  dan mengetahui struktur serta jumlah dari trombosit dalam tubuh, serta untuk mengetahui interpretasi data lab.
B.         Manfaat
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah praktikan mampu mengetahui bentuk serta jumlah dari leukosit, dan untuk mengetahui jumlah trombosit  dalam tubuh.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.       Darah
Darah merupakan bagian penting dari system transport. Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan yang terdiri dari dua bagian besar, yaitu: Plasma darah, merupakan bagian yang cair dan bagian korpuskuli yakni benda-benda darah yang yang terdiri atas sel darah putih atau leukosit, sel darah merah atau eritrosit dan sel beku darah atau trombosit.
Fungsi utama darah  dalam sirkulasi adalah sebagai media transportasi, pengatur suhu dan pemelihara keseimbangan cairan, asam dan basa. Sel-sel ini mampu mengangkut oksigen secara efektif tanpa meninggalkan pembuluh darah serta cabang-cabangnya. Sebaliknya leukosit melaksanakan fungsinya di dalam jaringan, sedangkan keberadaannya dalam darah hanya melintas saja. Trombosit melakukan fungsinya pada dinding pembuluh darah, sedangkan trombosit yang ada dalam sirkulasi tidak mempunyai fungsi khusus. (Frances, K. Widmann 1995).
B.       Leukosit
Sel darah putih ( lekosit ) rupanya bening dan tidak berwarna, bentuknya lebih besar dari sel darah merah, tetapi jumlah sel darah putih lebih sedikit. Diameter leukosit sekitar 10 µm. Batas normal jumlah lekosit berkisar 4.000 – 10.000 / mm³ darah. Lekosit di dalam tubuh berfungsi untuk mempertahankan tubuh terhadap benda –benda asing ( foreign agents) termasuk kuman – kuman penyebab penyakit infeksi. Lekosit yang berperan adalah monosit, netrofil, limfosit. Lekosit juga memperbaiki kerusakan vaskuler. Lekosit yang memegang peranan adalah eosinofil sedangkan basofil belum di ketahui pasti.( Depkes,1989 ).
 Sifat-sifat sel darah putih sel plasma, dan sebagai tambahan dapat juga kita jumpai banyak sekali platelet (trombosit) yang merupakan fragmen atau pecahan–pecahan dari tujuh macam sel darah putih yang dapat dijumpai didalam sumsum tulang yaitu megakariosit. Sel darah putih dapat dibedakan menjadi dua yaitu granulosit dan non granulosit  yaitu  netrofil, eosinofil, dan basofil. Sedangkan non granulosit yaitu limfosit dan monosit.
Pembentukan Sel Darah Putih Sel–sel darah putih yang dibentuk didalam sumsum tulang terutama granulosit akan disimpam didalam sumsum tulang sampai mereka diperlukan dalam sirkulasi. Dalam keadaan normal granulosit yang bersirkulasi didalam seluruh aliran darah kira–kira tiga kali dari jumlah granulosit yang disimpan dalam sumsum tulang, jumlah ini sesuai dengan persediaan granulosit selama enam hari.
Bahan–bahan Yang Dibutuhkan Untuk Pembentukan Sel–sel Darah Putih Pada umumnya untuk pembentukan sel-sel darah putih itu juga sangat membutuhkan vitamin-vitamin dan asam-asam amino seperti halnya kebanyakan sel-sel yang lainnya dalam tubuh terutama bila sampai kekurangan asam folat, suatu senyawa vitamin B kompleks yang menghambat pembentukan sel darah putih juga dapat menghambat pemasakan sel-sel darah merah. Juga pada gangguan metabolisme yang parah, maka produksi sel-sel darah putih mungkin akan sangat berkurang walaupun sebenarnya sel-sel ini lebih dibutuhkan dari pada keadaan biasanya.
 Masa hidup sel-sel darah putih alasan utama mengapa sel darah putih itu sampai dapat dijumpai didalam darah karena biasanya sel-sel ini telah diangkut dari sumsum tulang atau jaringan limfoid menuju daerah-daerah tubuh yang membutuhkan sel-sel darah putih tersebut, jadi diduga bahwa masa beredar sel-sel darah putih dalam darah mungkin saja singkat. Dalam keadaan normal masa hidup sel-sel granulosit sesudahnya dilepaskan dari sumsum tulang adalah 4-8 jam. Dalam masa ini sel-sel tersebut bersirkulasi dalam darah dan pada keadaan masa yang lain yakni 4-5 hari dalam jaringan-jaringan keadaan infeksi berat jaringan tubuh masa hidup keseluruhan sering sekali berkurang sampai menjadi hanya beberapa jam karena sel-sel granulosit ini selanjutnya dengan cepat akan menuju infeksi, mencernakan organisme-organisme yang menyerbu dan masuk kedalam proses dimana sel-sel itu sendiri musnah. Sel-sel monosit juga mempunyai masa beredar yang sangat singkat di dalam darah sebelum sel-sel ini mengembara melalui membran-membran kapiler untuk masuk ke jaringan. Limposit akan masuk ke dalam system sirkulasi secara terus menerus sesuai dengan waktu atau selama pengeluaran limfe dari kelenjar limfe (Guyton, 1995).
Jenis-Jenis Sel Darah Putih :
a)         Neutrofil
Granula yang terdapat dalam sitoplasma neutrofil bereaksi baik dengan zat warna basa maupun asam. Pada sediaan apus yang diwarnakan dengan pulasan Wrigth, yaitu pulasan yang paling banyak digunakan, granula itu membentuk warna netral atau biru. Pada sel yang matang, kromatin inti memadat membentuk gumpalan atau lobus, yang dihubungkan satu dengan yang lain oleh benang-benang halus. Sel-sel ini (netrofil) disebut leukosit polimorfonuklear karena bentuk intinya bermacam-macam. Neutrofil yang lebih muda mempunyai inti yang lebih besar yang tidak dibagi menjadi beberapa lobus. Sel dalam stadium ini disebut batang sebab intinya berbentuk seperti batang yang melengkung, dalam bahasa Jerman disebut stab. Neutrofil merupakan garis pertahanan yang pertama bila ada kerusakan jaringan atau bila ada benda asing yang masuk. Respons yang cepat menyebabkan mekanisme serangan neutrofil terhadap zat-zat tersebut efisien.
b)      Eosinofil
Eosinofil adalah granulosit dengan inti yang terbagi menjadi 2 lobus dan sitoplasma bergranula kasar, refraktil dan berwarna merah tua oleh zat warna yang bereaksi asam yaitu eosin. Walaupun mampu melakukan fagositosis eosinofil tidak mampu membunuh kuman. Eosinofil mengandung berbagai enzim yang menghambat mediator inflamasi akut dan seperti halnya neutrofil histaminases. Peran biologik eosinofil adalah modulasi aktivitas selular dan kimiawi yang berkaitan dengan inflamasi akibat reaksi imunologik. Eosinofil juga mempunyai kemampuan unik untuk merusak larva cacing tertentu.
c)      Basofil
Pada keadaan normal, jumlah basofil dalam sirkulasi hanya 1% dari jumlah leukosit. Granula sel ini kasar dan berwarna biru bila diwarnakan dengan zat warna yang bereaksi basa, dan bila diwarnakan dengan zat warna metakromatik, granula itu berwarna terang. Granula basofil mukopolisakarida, asam hialuronat dan histamine. Fungsi basofil dalam sirkulasi tidak diketahui. Sel yang mirip sangat banyak terdapat dalam kulit, dalam mukosa saluran napas dan jaringan ikat.
d)     Limfosit
Limfosit dalam darah hanya merupakan sebagian kecil dari limfosit total yang terdapat dalam tubuh. Sebagian besar limfosit membentuk sarang-sarang dalam kelenjar limfe, limpa, mukosa saluran cerna dan tersebar didalam sumsum tulang, hati, kulit dan jaringan radang kronik ditempat manapun diseluruh tubuh. Sekitar 75-80 % limfosit yang terdapat dalam sirkulasi pada orang dewasa sehat adalah limfosit T, 10-15 % adalah limfosit B, sedangkan sisanya adalah sel null.
e)      Monosit
Pada satu saat hanya sedikit monosit yang ada dalam sirkulasi. Monosit merupakan 5-8 % dari jumlah leukosit dalam darah, tetapi yang ada dalam sirkulasi hanya merupakan sebagian kecil saja dari seluruh cadangan sel ini. Sel monosit mengalami maturisasi dari sel induk yang sama dengan sel induk granulosit, sel monosit mengalami maturisasi dalam sumsum tulang, beredar sebentar kemudian masuk ke dalam jaringan dan menjadi makrofag.( Frances, K. Widmann 1995).
C.      Trombosit
Trombosit merupakan elemen terkecil dalam struktur darah, merupakan sel darah yang berperan penting dalam hemostasis, karena granula trombosit mengandung faktor pembekuan darah adenenosine trifosfat (ADP) dan adenosine trifosfat (ATP), serotonin, katekolamin, dan kalsium. Trombosit melekat pada lapisan pembuluh darah yang rombak (luka) dengan membentuk plug trombosit (Rukmana, 2010).
Morfologi trombosit berbentuk bulat atau oval, berukuran 1-4 , tidak berinti, sitoplasma biru dengan granula ungu kemerahan. Nilai Normal trombosit adalah 250.000/mm3 (atau sekitar 250x109 /L) dengan kisaran antara 150.000 hingga 400.000/ mm 3 (Rukmana, 2010).
Sel trombosit berasal dari sumsum tulang melalui fragmentasi sitoplasma megakariosit. Megakariosit merupakan megakarioblas yang berdiferensiasi dari sel induk hemopoietik. Mengalami pematangan dengan replikasi inti endomitotik, memperbesar volume sitoplasma sejalan dengan penambahan lobus inti menjadi dua kali lipat, sitoplasma bergranular dan trombosit dilepaskan. Setiap megakariosit dapat melepaskan sekitar 4000 trombosit. Interval waktu dari diferensiasi sel induk hemopoietik sampai produksi trombosit sekitar 10 hari (Siregar, 1010).
Produksi trombosit dipengaruhi oleh interlekin 1, interlekin 6, interlekin 11 dan trombopoietin yang dihasilkan oleh hati dan ginjal, trombopoietin mampu meningkatkan jumlah megakariosit dan kecepatan maturasinya mulai dari pertumbuhan megakariosit sampai terlepasnya trombosit (Oehadian, 2003).
Trombosit berfungsi membentuk sumbatan mekanis saat respon hemostatik terhadap luka, dan vaskular. Trombosit berperan penting dalam pembekuan darah. Trombosit akan berkumpul di tempat terjadinya luka, lalu memicu benang – benang fibrin yang kemudian menyatu dan menutupi perdarahan. Hal ini terjadi karena fungsi trombosit yaitu adhesi, pelepasan, agregasi, aktivitas prokoagulan dan fusi. Proses adhesi adalah proses perlekatan trombosit dengan pembuluh darah, agregasi trombosit adalah perlekatan antara sesama trombosit. Trombosit dalam keadaan tidak aktif akan saling menolak karena glikoprotein pada permukaan trombosit mengandung molekul asam sialat yang mengakibatkan permukaan bermuatan negatif sehingga trombosit tidak saling melekat (Sotianingsih, 2001).


BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.    Waktu dan tempat
Waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini pada hari Kamis 4 Oktober 2017. Pukul 10.31 – 13.00 WIB. Tempat Laboratorium Patologi Klinik Fakultas Farmasi Dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta.
B.     Alat dan bahan
1.      Alat
·         Heamometer sahli
·         Pipet sahli
·         Mikroskop
·         Pipet thoma
·         Tourniquet
·         1 set alat haemocytometer
2.      Bahan
·         Hcl
·         Sampel darah
·         Alkohol
·         Larutan Rees Ecker
·         Reagen Turk
·         Tissue
C.    Prosedur
1.      Uji hitung leukosit
·         Darah dihisap dengan pipet leukosit sampai tanda 0,5.
·         Hisap reagen turk sampai tanda batas 11, kocok selama 3 menit.
·         Kamar hitung yang sudah disiapkan diisi dengan larutan darah dan turk.
·         Biarkan selama 3 menit kemudian lihat dibawah mikroskop.
2.      Uji hitung trombosit
·         Hisap larutan rees ecker, kemudian buang.
·         Hisap darah hingga angka 0,5 + larutan rees ecker sampai batas 101 kocok selama 3 menit.
·         Masukan larutan ke kamar hitung dan dibiarkan selama lebih kurang 5 menit .
·         Lihat dibawaah mikroskop.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil dan pembahasan leukosit
No
Nama Mahasiswa
Kadar Leukosit
1
Indah
12000 / mikroL darah
2
Suci
1000 / mikroL darah
3
Amelia
8550 / mikroL darah





Perhitungan leukosit :
Jumlah leukosit  = n x Fp
Vb
Vb            = 4 x P x L x T
     = 4 x ½ x ½ x 0,1
     = 0,4 mikroL darah
Fp =                            10
                 Volume darah yang diambil
n   = Jumlah leukosit yang ada dikamar hitung
Fp = Faktor pengenceran
Vb            = volume bidang yang dihitung
Nilai normal : Wanita = Pria ( 5000-10000 / mikroL darah)
                 Darah adalah bagian dari transport tubuh. Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan yang terdiri dari 2 bagian besar, yaitu plasma darah yang merupakan cairan dan sel-sel darah yaitu elemen-elemen yang ada dalam darah yang terdiri dari eritrosit dan leukosit (Anonim, 1980).
                 Leukosit adalah bagian dari darah yang berwarna putih dan merupakan sistem pertahan tubuh terhadap infeksi yang terdiri granuler dan agranurel (Evely c. Pecear, 2009).
                 Leukosit adalah sel darah putih yang mengandung inti. Di dalam darah normal manusia terdapat jumlah leukosit 6000-10000 / mikroL darah, bila jumlah dalam darah lebih daro 10000/mikroL darah leukositosis sedangkan jika jumlah kurang dari 6000/mikroL darah disebut leukopenia. Dilihat dari mikroskop cahaya maka sel darah putih mempunyai granula spesifik, yang dalam keadaan hidup berupa tetesan setengah cair.
Ciri-ciri leukosit:
a) Berfungsi mempertahankan tubuh dari serangan penyakit dengan cara memakan (fagositosis) penyakit tersebut. Itulah sebabnya leukosit
disebut juga fagosit.
b) Jumlah leukosit sangat sedikit dibandingkan dengan eritrosit (dalam
setiap mm3 darah hanya 6000 - 9000).
(1) Jika jumlah < 6000 seseorang akan menderita leukopenia.
(2) Jika jumlah > 9000 seseorang akan menderita leukositas.
(3) Jika jumlah berlebih hingga 20.000 orang tersebut akan menderita leukemia (kanker darah).

c) Bentuknya bervariasi dan mempunyai inti sel bulat ataupun cekung.
d) Geraknya seperti Amoeba dan dapat menembus dinding kapiler.
e) Plasma leukosit mengandung butiranbutiran (granula).
Description: image
Berdasarkan ada atau tidaknya granula di dalam plasma, leukosit di
kelompokkan menjadi:
Leukosit Granulosit (leukosit bergranula)
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis2Tk6Z9UA5b4OvxvGLq8yKNcP5UjZ5s1QWfxwQt3OqvTWiWdxvEK8navledyKQ5Gi8WbhTNTpEMcpx8tExzYxKtuXiz1VVWky0_miCodKHpNU8xkf8eeshpq_hhwqPnxcEHQIAlcFoOE/s1600/Picture2.png
(1)   Neutrofil, plasmanya bersifat netral, inti selnya seringkali berjumlah banyak dengan bentuk bermacam-macam, bersifat fagositosis terhadap eritrosit, kuman dan jaringan mati.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrjr2BUso-pG4EfjCVgqu0ObraZoS792sZrHnh4Qn4Xe2ucFcVotYXh_LdeDubRPnvxu57GC4sChRHTZTGAI6ISCmtY6ECU_p-WDPpID_sfOFeZrHlKV-kMjmYyjKkMD2ZjsDnTSVdi9c/s1600/Picture4.png
(2)   Eosinofil, plasmanya bersifat asam sehingga akan berwarna
merah tua bila ditetesi eosin, bersifat fagosit dan jumlahnya akan
meningkat jika tubuh terkena infeksi.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTrExDfFC7g9tMnKOOVx3Ptkr3htgmS62q3k2oAJxETvTFtXBRo0EXzVkKgzEh1KvU74SHXx6W7LfWblEBTWexjBDFHeBsqpzw7vOdnxI_5ajhQIPiy58is1yIohZznvMJbRrNB1vJs0c/s1600/Picture3.png
(3) Basofil, plasmanya bersifat basa sehingga akan berwarna biru
jika ditetesi larutan basa, jumlahnya bertambah banyak jika terjadi
infeksi, bersifat fagosit, mengandung heparin, yaitu zat kimia anti
penggumpalan.
Leukosit Agranulosit (leukosit tidak bergranula)
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJ7leVGM2V91QEeIetkOXFx_xgXr6NewZSfSQb6hD_rh3SxkcwCRiJCQocBCMAtX1J2OdHT8yIwBgxGI9aLX-mA3RhdYEWP8EQqBdRA0Pr4tfF9zgDyFBKkHsglKIh6uEEZXGwGQGYhXg/s1600/Picture6.png
(1)   Limfosit, tidak dapat bergerak, berinti satu, ukuran ada yang besar dan ada yang kecil, berfungsi untuk membentuk antibodi.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjez-mQ87ECArvm3pWrxgh19V4LHl2oU-TKQqvurMDYqBAxY2zGbpOj0LUC46xRrZWWMr4qe8pfsTsrjiFk8AlbYeI0pNMXEuBsz5TIzL22KSAtYKgEWy2b1UFKzwdXug6Kpg15JyYiSEU/s1600/Picture5.png
(2) Monosit, dapat bergerak seperti Amoeba, mempunyai inti yang
bulat atau bulat panjang, diproduksi pada jaringan limfa dan
bersifat fagosit.
Fungsi Sel Darah Putih (Leukosit)
  • Berfungsi menjaga kekebalan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit
  • Melindungi badan dari serangan mikroorganisme pada jenis sel darah putih granulosit dan monosit
  • Mengepung darah yang sedang terkena cidera atau infeksi 
  • Menangkap dan menghancurkan organisme hidup 
  • Menghilangkan atau menyingkirkan benda-benda lain atau bahan lain seperti kotoran, serpihan-serpihan dan lainnya. 
  • Mempunyai enzim yang dapat memecah protein yang merugikan tubuh dengan menghancurkan dan membuangnya 
  • Menyediakan pertahanan yang cepat dan juga kuat terhadap penyakit yang menyerang.
  • Sebagai pengangkut zat lemak yang berasal dari dinding usus melalui limpa lalu menuju ke pembuluh darah
  • Pembentukan Antibodi di dalam tubuh. 
Kelainan-Kelainan Pada Leukosit
1. PERGESERAN KE KIRI (Shift To The Left)
Peningkatan jumlah leukosit muda dalam darah tepi. Misalnya peningkatan jumlah netrofil batang > 10 % dalam darah tepi.
2. NETROFILIA
Peningkatan jumlah neutrofil dalam darah tepi lebih dari normal, ini bisa disebabkan  :
–    Infeksi akut contoh : radang paru, pneumonia, meningitis
–    Infeksi lokal yang disertai dengan produksi dan penimbunan nanah
–    Intoksikasi, missal pada zat-zat kimia, uremia.
– Selain itu ada juga Netrofilia Fisiologik yang disebabkan oleh olah raga yang berlebihan, stress, ini disebut juga Pseudonetrofilia.
3. EOSINOFILIA
Peningkatan jumlah eosinofil dalam darah tepi, ditemukan pada :
–    Penyakit alergi (Urticaria, Asthma bronchiale).
–    Infeksi parasit misal pada : Schistosomiasis, Trichinosis, Cacing tambang)
–    Sesudah penyinaran
–    Hodgkin’s disease, Poli arthritis nodosa,dll
–    Keganasan, penyakit kulit misal Eksim
4. BASOFILIA
Peningkatan jumlah basofil dalam darah, ditemukan pada :
–  Infeksi oleh virus (Smallpox, Chickenpox)
–  Kadang-kadang sesudah Spleenektomi, Anemia hemolitik kronis
5. MONOSITOSIS
Peningkatan jumlah monosit dalam darah, ditemukan pada :
–  Infeksi Basil (TBC, Endocarditis sub akut)
–  Infeksi Protozoa (Malaria, dysentri amoeba kronik)
–  Hodgkin’s disease, Artritis Rheumatoid
6. LIMPOSITOSIS
Peningkatan jumlah limposit dalam darah, ditemukan pada  :
–  Infeksi akut (Pertusis, hepatitis, Mononucleusis infeksiosa) dan Infeksi menahun
–  Pada infant (bayi dan anak-anak)
–  Radang kronis misal Kolitis Ulseratif
–  Kelainan metabolic (Hipertiroidisme)
7. NEUTROPENIA
Penurunan jumlah netrofil dalam darah tepi, penyebabnya :
–  Penyakit infeksi
–  Demam thypoid, Hepatitis, Influenza, campak, malaria, juga tiap jenis infeksi akut.
–  Bahan kimia dan fisika misal pada radiasi dan obat, Hiperspleenisme, penyakit hati.
8. LIMFOPENIA
Penurunan jumlah limposit dalam darah tepi, penyebab  :
–  Kematian kortikosteroid misalnya akibat terapi dengan obat Steroid.
–  Penyakit berat misal : Gagal jantung, gagal ginjal, TBC berat.
9. AGRANULOSITOSIS
Menghilangnya granulosit dalam darah tepi secara mendadak pada seseorang yang sebelumnya normal. Pada agranulositosis yang umum jumlah leukosit rendah dan limposit matang merupakan satu-satunya jenis leukosit yang ada dalam darah tepi.
Penyebabnya  : Penyakit autoimmune, juga obat contoh obat : Antalgin dan sulfonamide
10. REAKSI LEUKEMOID
Leukositosis reaktif  yang bukan proses keganasan (Benigna) dengan sel-sel leukosit belum matang dan matang yang memasuki sirkulasi dalam jumlah berlebihan.

                 Pada praktikum kali ini dihitung leukosit menggunakan cara manual dan pada cara ini ditambahkan larutan pengence/ reagen turk. Isi dari reagen turk adalah asam asetat 2% dan gentian violet 1%, penambahan gentian violet bertujuan untuk memberikan warna pada leukosit. Larutan ini bersifat memecah eritrosit dan trombosit tetapi tidak pada leukosit. Didapat jumlah leukosit dalam darah indah = 12000/mikroL darah suci= 1000/mikroL darah amelia= 8550/mikroL darah. Pada darah indah jumlah leukosit dalam darah diatas batas normal sehingga indah bisa dikatakan leukositosis sedangfkan didalam darah suci terdapat leukist dibawah batas normal dan bisa dikatakan leukopenia. Tetapi ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi jumlah leukosit dalam darah seperti, puasa 2 jam setelah makan 800 kalori volume darah plasma akan meningkat begitu juga sebaliknya, obat-obatan dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan leukosit misalnya adrenalin secara iv akan meningkatkan leukosit, perubahan posisi pada waktu berbaring menjadi berdiri akan mengurangi volume darah sebanyak 10-15%, bisa juga karena pada saat menghitung tidak teliti atau darah didiamkan terlalu lama sehingga darah mengering.
B.     Hasil dan pembahasan trombosit

No
Nama Mahasisa
Kadar Trombosit
1
Zetta
554000/mikroL darah
2
Aisyah
358000/mikroL darah




Perhitungan :
Jumlah trombosit  : n x Fp
                                  Vb
Trombosit merupakan elemen terkecil dalam darah, merupakan sel darah yang berperan penting dalam hemostatis, karena granula trombosit mengandung faktor pembekuan darah adenenosine tropospat (ADP) dan (ATP), serotonin, ketokolamin dan kalsium. Trombosit melekat pada lapisan pembulu darah yang luka dengan membentuk plug (rukmana, 2010).
Trombosit berbentuk bulat atau oval, berukuran 1-4 mikro, tidak berinti, sitoplasma biru dengan granula keunguan. Nilai normal trombosit adalah 200000-500000/miikroL darah.
Trombosit berfungsi membentuk sumbatan mekanisme saat respon hemostatik saat luka memici benang-benang fibrin yang kemudian menyatu dan menutupi perdarahan (etyaningsih, 2001).
Salah satu pemeriksaan laboratorium pada trombosit adalah hitung jumlah trombosit. Dimana trombosit sukar dihitung karena mudah sekali pecah dan sulit dibedakan dengan kotoran kecil (gandasoebrata, 2004).
         Ciri-ciri Trombosit:
         a) Sering disebut sel darah pembeku karena fungsinya dalam proses
             pembekuan darah.
         b) Berukuran lebih kecil daripada eritrosit maupun leukosit dan tidak berinti.
         c) Dalam setiap mm3 terdapat 200.000 - 400.000 trombosit.
         d) Dibentuk pada sel megakariosit sumsum tulang.
         e) Mempunyai waktu hidup sekitar 8 hari.

        Nilai normal 150.000-400.000 sel/mikroliter darah. Bila kadar trombosit di atas rentang                 nilai normal (>400.000/mikroliter darah) disebut dengan trombositosis. Penyebab terjadinya trombositosis dibagi menjadi 2 yaitu primer (kelainan di sumsum tulang) dan sekunder (reaktif akibat suatu penyakit). Yang paling sering terjadi adalah penyebab sekunder. Yang termasuk penyebab sekunder adalah: kekurangan zat besi, peradangan dalma tubuh (seperti adanya kerusakan jaringan atau infeksi), keganasan (kanker).
Bila kadar trombosit di bawah rentang normal (<150.000/mikroliter) disebut dengan trombositopenia. Bila hanya nilai trombosit yang mengalami penurunan, biasanya disebabkan oleh penyakit idiopatik trombositopenia purpura (ITP), trombositopenia yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu, atau karena gangguan pembekuan darah di seluruh tubuh akibat infeksi atau peradangan yang meluas. Bila trombositopenia diikuti dengan penurunan nila normal komponen sel darah yang lain (sel darah merah dan sel darah putih), perlu dicurigai adanya kegagalan sumsum tulang dalam memproduksi seluruh komponen sel darah seperti pada kanker darah yang akut (leukemia akut) atau kelainan dalam pembentukan sumsum tulang (myelodysplasia).

Pada praktikum kali ini digunakan metode rees ecker dengan cara darah yang diencerkan dalam pipet thoma lalu dimasukkan kekamar hitung. Dengan larutan pengencer yang terdiri dari BCB (Briliant Cresyl Blue) yang membuat trombosit berwarna terang kebiruan saat dilihat dibawah  mikroskop. Pada metode ini didapat jumblah trombosit zeta = 554000/mikroL darah dan aisyah 358000/mikroL darah. Pada darah zeta terdapat jumlah trombosit yang lebih dari standar normal bisa disebut trombositosis tetapi faktor lain dapat mempengaruhi metode ini yaitu pada pengenceran darah dengan reagen belum homogen, kebersihan kamar hitung, ketidak telitian saat menghitung trombosit dikamar hitung.
















Kesimpulan
1.      Leukosit dan trombositmerupakan komponen dari darah.
2.      Fungsi leukosit sebagai fagositosis anti imun tubuh
3.      Leukosit dibagi jadi granul dan agranulosit
4.      Kadar leukosit normal yaitu 5000-10.000 ml darah
5.      Trombosit berfungsi dalam pembekuan darah
6.      Kadar trombosit normal yaitu 200.000-500.000ml darah
7.      Ada beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah kadar leukosit  yang beda dengan reang normal
















Lampiran
Description: C:\Users\All lepto\Pictures\trombosit 1.jpg                         Description: C:\Users\All lepto\Pictures\trombosit 2.jpg
Pemijitan tangan sebelum di ambil darah                          pengambilan darah untuk cek jumlah
 untuk uji leukosit.                                                                   pada leukosit.

Description: C:\Users\All lepto\Pictures\trombosit 3.jpg                        Description: C:\Users\All lepto\Pictures\trombosit 4.jpg
Darah dihisap dengan pipet thoma sampai                    Pengisap reagen turk sampai tanda
0,5.                                                                                   batas II pada pipet.           

  Description: C:\Users\All lepto\Pictures\trombosit 6.jpg                  Description: C:\Users\All lepto\Pictures\trombosit 5.jpg         
Menghomogenkan dengan membentuk angka            Hasil dari menghomogenkan.
8 secara horizontal.     

   Description: C:\Users\All lepto\Pictures\trombosit 7.jpg     
Hasil dari menghomogenkan tadi di tetesi
Ke kamar-kamar lalu di amati dengan mikroskopik

7 Manfaat Kayu Manis Bagi Kesehatan

Siapa yang tidak suka pie apel juga chai latte dengan sedikit taburan kayu manis bubuk? Kayu manis adalah salah satu rempah – rempah yang...