Rabu, 29 November 2017

ANALISA FARMASI ASAM


 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Asam adalah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H+. Basa ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H-. sedangkan menurut Lowry, asam adalah proton donor dan basa adalah proton akseptor. Asam dan basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Berkaitan dengan sifat asam basa, larutan dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu bersifat asam, bersifat basa, dan bersifat netral. Asam dan basa memilki sifat-sifat yang berbeda-beda sehingga dapat menentukan sifat suatu larutan. Senyawa asam  sering ditemukan dan berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Contoh bahan yang bersifat asam yaitu pada buahan-buahan misalnya lemon dan jeruk. Asam dibedakan menjadi asam organik dan asam non organik. Asam organik adalah  asam yang berasal dari makhluk hidup. Asam ini dapat diperoleh secara alami dari hewan dan tumbuhan. Ciri-ciri asam organik adalah senyawa asam yang memiliki atom karbon (C).
Contoh asam organik:
1.      Asam sitrat adalah senyawa yang menyebabkan rasa masam pada buah jeruk dan buah lemon.
2.      Asam maleat adalah senyawa yang menyebabkan rasa masam pada buah apel dan buah pir.
3.      Asam tartrat adalah senyawa yang menyebabkan rasa masam pada buah anggur.
4.      Vitamin C yang terdapat dalam berbagai buah dan sayuran sebenarnya juga merupakan asam yaitu asam askorbat.
5.      Asam asetat (CH3COOH) dihasilakan dalam proses pembuatan minuman beralkohol dari buah anggur.
6.      Asam benzoat dihasilkan dari tanaman genus styrax
Asam anorganik adalah asam yang tidak berasal dari makhluk hidup. Seiring dengan berkembangnya ilmu kimia, para ahli kimia kemudian dapat membuat berbagai jenis asam dari berbagai bahan mineral. Asam yang diperoleh dari mineral disebut asam mineral. Asam anorganik juga dapat disebut asam mineral. Ciri-ciri asam anorganik adalah tidak mengandung atom karbon (C).
Contoh asam anorganik
1.      Asam sulfa (H2SO4)
2.      Asam Klorida (HCL)
3.      Asam nitrat (HNO3)
4.      Asam fosfat (H3PO4)


C.    Tujuan Makalah
1.      Untuk bisa menganalisa asam organik dan asam non organik
2.      Untuk bisa mengetahui reaksi penggolongan asam
3.      Untuk mengetahui sifat penggolongan asam








BAB II
DASAR TEORI

Asam secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam defenisi modern, asam adalah suatu Zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain yang disebut basa atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat, asam borat, asam salisilat, asam benzoate dan lain sebagainya (Widyanto, 2008).
Ada beberapa teori asam menurut para menemu :
.  1.  Teori Lavoisier
Pada tahun 1777 Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794)  mengemukakan bahwa asam mengandung unsur oksigen, unsur itu yang dianggap bertanggung  jawab atas sifat sifat asam, sehingga pada waktu itu oksigen dianggap sebagai komponen dasar penyusun zat asam atau pembentuk asam.

Lavoisier mengamati bahwa banyak asam yang dijumpai berasal dari penggabungan unsur oksigen dengan metaloid seperti belerang dan fosfor. Percobaannya membuktikan bahwa senyawa-senyawa yang mengandung atom C, N, dan S jika dibakar dengan oksigen kemudian dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan yang bersifat asam. Hal ini menyebabkan lavoisier menyimpulkan bahwa sifat-sifat khusus dari asam disebabkan oleh adanya oksigen.

2.    Teori Sir Humphry Davy
Asam secara umum merupakan senyawa kimia yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat (ditemukan dalam cuka), dan asam sulfat (digunakan dalam baterai atau aki mobil). Asam juga sering digunakan untuk menghilangkan karat dari logam dalam proses yang disebut pickling.

3.    Teori Berzelius
Sejak awal,  teori oksigen ini menunjukkan beberapa kelemahan dan beberapa orang ahli kimia, seperti Berzelius dan Gay-Lussac, meragukannya. Teori ini hanya mampu bertahan sampai sekitar 1840. Kelemahan teori ini antara lain bahwa larutan oksida logam dalam air seperti kalium, kalsium, dan natrium, justru menghasilkan alkali dan bukan asam.
Pengamatan dan penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa banyak senyawa asam yang tidak mengandung oksigen.  Berthollet, misalnya, pada tahun 1787,  membuktikan bahwa asam prusat (prussic acid) dan senyawa belerang dengan hidrogen adalah asam, tetapi tidak mengandung oksigen. Alasan yang paling kuat diberikan oleh Humphry Davy (1810 – 1881) dengan hasil pengamatannya bahwa gas klor adalah unsur dan bukan senyawa dengan oksigen. Asam klorida sama sekali tidak mengandung oksigen dan hanya terdiri dari hidrogen dan klor.asam adalah senyawa-senyawa yang mengandung oksida. Basa adalah senyawa-senyawa yang mengandung oksida logam.

4.        Teori Justus Von Liebig
Definisi ini diusulkan oleh Justus von Liebig sekitar tahun 1838, yang didasarkan pada karya - karya yang luas pada komposisi kimia dari asam organik. Ini selesai pergeseran doktrinal dari oksigen berbasis asam untuk asam berbasis hidrogen, dimulai oleh Davy. Menurut Liebig, asam adalah zat yang mengandung hidrogen dimana hidrogen dapat digantikan oleh logam. Definisi Liebig, sementara benar-benar empiris, tetap digunakan selama hampir 50 tahun sampai adopsi dari definisi Arrhenius.

5.        Teori Arrhenius
Svante August Arrhenius (1859-1927), ahli kimia berkebangsaan Swedia,  tercatat sebagai pemenang hadiah nobel kimia pada tahun 1903. Ia mengemukakan konsep atau teori asam basa yang cukup memuaskan dan dapat diterima sampai sekarang. Teori asam basa Arrhenius didasarkan pada pembentukan ion pada larutan berair (aqueous solution). Menurutnya :
Asam adalah suatu senyawa yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+
di dalam air. Sebagai contoh gas HCl ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ dan Cl- sehingga menurut konsep ini HCl dalam larutan air adalah asam.

HCl(g) →  H+(aq) + Cl-(aq)

Contoh asam yang lain adalah HF, HBr, HNO3, H2SO4, H3PO4, CH3COOH, H2C2O4, dan sebagainya. Jumlah ion H+ yang dapat dihasilkan oleh satu molekul asam disebut valensi asam, sedangkan ion negatif yang terbentuk dari asam setelah melepas ion H+ disebut ion sisa asam. Nama asam sama dengan ion sisa asam dengan didahului kata asam. Berbagai contoh asam dan reaksi ionisasinya diberikan pada tabel berikut.

Rumus Asam
Nama Asam
Reaksi Ionisasi
Valensi Asam
Sisa Asam
HCl
Asam klorida
HCl → H+ + Cl-
1
Cl-
HCN
Asam sianida
HCN → H+ + CN-
1
CN-
H2S
Asam sulfida
H2S → 2H+ + S2-
2
S2-
H2SO4
Asam sulfat
H2SO4 → 2H+ + SO42-
2
SO42-
H3PO3
Asam fosfit
H3PO3 → 2H+ + HPO32-
2
HPO32-
HCOOH
Asam format
HCOOH → H+ + HCOO-
1
HCOO-
CH3COOH
Asam asetat
CH3COOH → H+ + CH3COO-
1
CH3COO-
BAB III
PEMBAHASAN
1.      Asam asetat
Konstanta Fisik
  Asam Asetat  (CH3COOH)
Titik didih       : 118,10C
Titik lebur        : 16,50C
Densitas          : 1,049 g/cm3

Asam asetat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organic yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam asetat murni disebut asam asetat glasial adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16,70C. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industry yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, glukosa asetat dan polivinal asetat           (Henry, 1974).
Reaksi warna pada Golongan asam
v  Asam Asetat
No.
Percobaan
Hasil Pengamatan
1.
2.
3.
Asam asetat + FeCl3
Asam asetat + HCl + FeCl3
Esterifikasi
Asam asetat + alkohol + H2SO4
Merah coklat
Warna bening

Bau etil asetat

2.      Asam Borat (H3BO3)
BM      : 61,83
Sifat    : beracun
Asam borat merupakan asam organik lemah yang sering digunakan sebagai antiseptik, dan dapat dibuat dengan menambahkan asam sulfat atau asam klorida pada boraks. Dimana boraks adalah senyawa kimia natrium tetrabonat (NaB4O7), berbentuk padat jika dilarutkan dalam air akan menjadi natrium hidroksida. Boraks ataupun asam borat memiliki khasiat antiseptika. Pemakaiannya dalam obat-obatan seperti bedak, salep, dan lain-lain (Lide, 1981).
Asam salisilat merupakan turunan dari senyawa aldehid. Senyawa ini juga biasa disebut o-hidroksibensaldehid, o-formilfenol, atau 2-formilfenol. Senyawa ini stabil, mudah terbakar dan tidak cocok dengan basa kuat, pereduksi kuat, asam kuat, dan pengoksidasi kuat (Widyanto, 2008).
Reaksi warna pada Golongan asam
v  Asam Borat
No.
Percobaan
Hasil Pengamatan
1.
2.
3.
4.
Asam borat + FeCl3 + NaOH + FeCl3
Asam borat + Fehling
Asam borat + Cuprifill
Asam borat + R. nyala
Kuning, Orange dan asam borat tidak larut
Biru spiritus
Biru
Nyala hijau (+)

3.      Asam Salisilat
Titik didih       : 2110C
Titik leleh        : 1590C
Densitas          : 1, 44 g/cm3

                        v  Asam Salisilat
No.
Percobaan
Hasil Pengamatan
1.
2.
3.
4.

5.

6.
7.
Asam salisilat + FeCl3
Asam salisilat + NaOH + HCl
Asam salisilat + Aqua bromata
Reaksi marquis
Asam salisilat + formalin + H2SO4(p)
Reaksi Spica
Asam salisilat + HNO3 + NH4OH
Asam salisilat + KING
Asam salisilat dalam alkohol + Zwiker B
Ungu
Putih
Putih

Merah

Biru hitam
Orange
     Hijau muda
                                                               
4.    Acetosal
Titik didih       : 1400C
Titik lebur        : 1350C
Acetosal atau asam asetilsalisilat adalah sejenis obat turunan dari salisilat yang sering digunakan sebagai senyawa analgesik (penahan rasa sakit atau nyeri minor), antiseptik (terhadap demam), dan anti inflamasi (peradangan). Acetosal juga memiliki efek antikoagulan dan dapat digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung (Khopkar, 1990).
Acetosal
No.
Percobaan
Hasil Pengamatan
1.
2.
3.


4.
5.
Acetosal + FeCl3 + asam
Acetosal + Marquis
Reaksi Frohde
Acetosal + Ammonium Molybdat +H2SO4(p)
Acetosal + diazo
Acetosal + Cuprifill
Acetosal + Fehling
Bila dipanasi violet ,warna hilang
Merah darah setelah beberapa waktu

Violet
Orange
       Biru
Biru gelatin lama-lama biru kehijauan

5.  Asam Benzoat
Titik didih       : 2490C
Titik leleh        : 122,40C
Densitas          : 1,32 g/mol

Asam Benzoat
No.
Percobaan
Hasil Pengamatan
1.
2.
3.
4.
5.
Asam benzoat + FeCl3
Asam benzoat + Cuprifill
Carlety
Asam benzoat + Zwiker
Esterifikasi
Orange
     Biru
Coklat
Biru
Bau pisang ambon

















BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan

ü  Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air melepakan ion H+.
ü  Asam adalah zat yang berasa asam dengan pH dibawah tujuh
ü  Empat macam asam yang paling penting dalam industri adalah
·         Asam Asetat
·         Asam Borat
·         Asam Salisilat
·         Acetosal
·         Asam Benzoat


















DAFTAR PUSTAKA

Khopkar, S.M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Universitas Indonesia. Press; Jakarta

Lide David. 1981. Hand Book of Chemistry and Physics. Crs Press; Jakarta

Vogel. 1995. Kimia Farmasi Analisa Kualitatif. PT. Media Pustaka; Jakarta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

7 Manfaat Kayu Manis Bagi Kesehatan

Siapa yang tidak suka pie apel juga chai latte dengan sedikit taburan kayu manis bubuk? Kayu manis adalah salah satu rempah – rempah yang...