BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Asam adalah
senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H+. Basa ialah
senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H-. sedangkan
menurut Lowry, asam adalah proton donor dan basa adalah proton akseptor. Asam
dan basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting dalam kehidupan
sehari-hari. Berkaitan dengan sifat asam basa, larutan dikelompokkan menjadi
tiga golongan, yaitu bersifat asam, bersifat basa, dan bersifat netral. Asam
dan basa memilki sifat-sifat yang berbeda-beda sehingga dapat menentukan sifat
suatu larutan. Senyawa asam sering
ditemukan dan berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Contoh bahan yang
bersifat asam yaitu pada buahan-buahan misalnya lemon dan jeruk. Asam
dibedakan menjadi asam organik dan asam non organik. Asam organik adalah asam yang berasal dari makhluk hidup. Asam ini
dapat diperoleh secara alami dari hewan dan tumbuhan. Ciri-ciri asam organik
adalah senyawa asam yang memiliki atom karbon (C).
Contoh asam organik:
1.
Asam sitrat adalah senyawa yang menyebabkan rasa masam
pada buah jeruk dan buah lemon.
2.
Asam maleat adalah senyawa yang menyebabkan rasa masam
pada buah apel dan buah pir.
3.
Asam tartrat adalah senyawa yang menyebabkan rasa
masam pada buah anggur.
4.
Vitamin C yang terdapat dalam berbagai buah dan
sayuran sebenarnya juga merupakan asam yaitu asam askorbat.
5.
Asam asetat (CH3COOH) dihasilakan dalam proses
pembuatan minuman beralkohol dari buah anggur.
6.
Asam benzoat dihasilkan dari tanaman genus styrax
Asam anorganik adalah asam yang
tidak berasal dari makhluk hidup. Seiring dengan berkembangnya ilmu kimia, para
ahli kimia kemudian dapat membuat berbagai jenis asam dari berbagai bahan
mineral. Asam yang diperoleh dari mineral disebut asam mineral. Asam anorganik
juga dapat disebut asam mineral. Ciri-ciri asam anorganik adalah tidak
mengandung atom karbon (C).
Contoh asam anorganik
1.
Asam sulfa (H2SO4)
2.
Asam Klorida (HCL)
3.
Asam nitrat (HNO3)
4.
Asam fosfat (H3PO4)
C.
Tujuan Makalah
1. Untuk
bisa menganalisa asam organik dan asam non organik
2. Untuk
bisa mengetahui reaksi penggolongan asam
3. Untuk
mengetahui sifat penggolongan asam
BAB II
DASAR TEORI
Asam secara umum merupakan senyawa kimia yang bila
dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7.
Dalam defenisi modern, asam adalah suatu Zat yang dapat memberi proton (ion H+)
kepada zat lain yang disebut basa atau dapat menerima pasangan elektron bebas
dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan
untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat, asam borat, asam
salisilat, asam benzoate dan lain sebagainya (Widyanto, 2008).
Ada beberapa
teori asam menurut para menemu :
. 1.
Teori Lavoisier
Pada tahun 1777 Antoine Laurent
Lavoisier (1743-1794) mengemukakan bahwa
asam mengandung unsur oksigen, unsur itu yang dianggap bertanggung jawab atas sifat sifat asam, sehingga pada
waktu itu oksigen dianggap sebagai komponen dasar penyusun zat asam atau
pembentuk asam.
Lavoisier mengamati bahwa banyak asam
yang dijumpai berasal dari penggabungan unsur oksigen dengan metaloid seperti
belerang dan fosfor. Percobaannya membuktikan bahwa senyawa-senyawa yang
mengandung atom C, N, dan S jika dibakar dengan oksigen kemudian dilarutkan
dalam air akan menghasilkan larutan yang bersifat asam. Hal ini menyebabkan
lavoisier menyimpulkan bahwa sifat-sifat khusus dari asam disebabkan oleh
adanya oksigen.
2.
Teori Sir Humphry Davy
Asam secara umum merupakan senyawa kimia yang
apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil
dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton
(ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan
elektron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam
reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat
(ditemukan dalam cuka), dan asam sulfat (digunakan dalam baterai atau aki
mobil). Asam juga sering digunakan untuk menghilangkan karat dari logam dalam
proses yang disebut pickling.
3.
Teori Berzelius
Sejak
awal, teori oksigen ini menunjukkan beberapa kelemahan dan beberapa orang
ahli kimia, seperti Berzelius dan Gay-Lussac, meragukannya. Teori ini hanya
mampu bertahan sampai sekitar 1840. Kelemahan teori ini antara lain bahwa
larutan oksida logam dalam air seperti kalium, kalsium, dan natrium, justru
menghasilkan alkali dan bukan asam.
Pengamatan
dan penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa banyak senyawa asam yang tidak
mengandung oksigen. Berthollet, misalnya, pada tahun 1787,
membuktikan bahwa asam prusat (prussic acid)
dan senyawa belerang dengan hidrogen adalah asam, tetapi tidak mengandung
oksigen. Alasan yang paling kuat diberikan oleh Humphry Davy (1810 – 1881)
dengan hasil pengamatannya bahwa gas klor adalah unsur dan bukan senyawa dengan
oksigen. Asam klorida sama sekali tidak mengandung oksigen dan hanya terdiri
dari hidrogen dan klor.asam adalah senyawa-senyawa yang mengandung oksida. Basa
adalah senyawa-senyawa yang mengandung oksida logam.
4.
Teori Justus Von Liebig
Definisi
ini diusulkan oleh Justus von Liebig sekitar tahun 1838, yang didasarkan pada
karya - karya yang luas pada komposisi kimia dari asam organik. Ini selesai
pergeseran doktrinal dari oksigen berbasis asam untuk asam berbasis hidrogen,
dimulai oleh Davy. Menurut Liebig, asam adalah zat yang mengandung hidrogen
dimana hidrogen dapat digantikan oleh logam. Definisi Liebig, sementara benar-benar
empiris, tetap digunakan selama hampir 50 tahun sampai adopsi dari definisi
Arrhenius.
5.
Teori Arrhenius
Svante
August Arrhenius (1859-1927), ahli kimia berkebangsaan
Swedia, tercatat sebagai pemenang hadiah
nobel kimia pada tahun 1903. Ia mengemukakan konsep atau teori asam basa yang
cukup memuaskan dan dapat diterima sampai sekarang. Teori asam basa Arrhenius
didasarkan pada pembentukan ion pada larutan berair (aqueous solution). Menurutnya :
Asam
adalah suatu senyawa yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+
di dalam air. Sebagai
contoh gas HCl ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+
dan Cl- sehingga menurut konsep ini HCl dalam larutan air adalah
asam.
HCl(g) → H+(aq) + Cl-(aq)
Contoh
asam yang lain adalah HF, HBr, HNO3, H2SO4, H3PO4,
CH3COOH, H2C2O4, dan sebagainya. Jumlah
ion H+ yang dapat dihasilkan oleh satu molekul asam disebut valensi
asam, sedangkan ion negatif yang terbentuk dari asam setelah melepas ion H+
disebut ion sisa asam. Nama asam sama dengan ion sisa asam dengan
didahului kata asam. Berbagai contoh asam dan reaksi ionisasinya diberikan pada
tabel berikut.
|
Rumus
Asam
|
Nama
Asam
|
Reaksi
Ionisasi
|
Valensi
Asam
|
Sisa
Asam
|
|
HCl
|
Asam
klorida
|
HCl →
H+ + Cl-
|
1
|
Cl-
|
|
HCN
|
Asam
sianida
|
HCN
→ H+ + CN-
|
1
|
CN-
|
|
H2S
|
Asam
sulfida
|
H2S
→ 2H+ + S2-
|
2
|
S2-
|
|
H2SO4
|
Asam
sulfat
|
H2SO4
→ 2H+ + SO42-
|
2
|
SO42-
|
|
H3PO3
|
Asam
fosfit
|
H3PO3
→ 2H+ + HPO32-
|
2
|
HPO32-
|
|
HCOOH
|
Asam
format
|
HCOOH
→ H+ + HCOO-
|
1
|
HCOO-
|
|
CH3COOH
|
Asam
asetat
|
CH3COOH
→ H+ + CH3COO-
|
1
|
CH3COO-
|
BAB III
PEMBAHASAN
1.
Asam asetat
Konstanta Fisik
Asam Asetat (CH3COOH)
Titik didih : 118,10C
Titik lebur : 16,50C
Densitas : 1,049 g/cm3
Asam asetat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam
organic yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam asetat
murni disebut asam asetat glasial adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan
memiliki titik beku 16,70C. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan
bahan baku industry yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer
seperti polietilena tereftalat, glukosa asetat dan polivinal asetat (Henry, 1974).
Reaksi warna pada Golongan asam
v Asam Asetat
|
No.
|
Percobaan
|
Hasil Pengamatan
|
|
1.
2.
3.
|
Asam asetat + FeCl3
Asam asetat + HCl + FeCl3
Esterifikasi
Asam asetat + alkohol + H2SO4
|
Merah
coklat
Warna
bening
Bau etil
asetat
|
2.
Asam Borat (H3BO3)
BM : 61,83
Sifat : beracun
Asam borat merupakan asam organik lemah yang sering
digunakan sebagai antiseptik, dan dapat dibuat dengan menambahkan asam sulfat
atau asam klorida pada boraks. Dimana boraks adalah senyawa kimia natrium
tetrabonat (NaB4O7), berbentuk padat jika dilarutkan
dalam air akan menjadi natrium hidroksida. Boraks ataupun asam borat memiliki
khasiat antiseptika. Pemakaiannya dalam obat-obatan seperti bedak, salep, dan
lain-lain (Lide, 1981).
Asam
salisilat merupakan turunan dari senyawa aldehid. Senyawa ini juga biasa
disebut o-hidroksibensaldehid, o-formilfenol, atau 2-formilfenol. Senyawa ini
stabil, mudah terbakar dan tidak cocok dengan basa kuat, pereduksi kuat, asam
kuat, dan pengoksidasi kuat (Widyanto, 2008).
Reaksi warna pada Golongan asam
v Asam Borat
|
No.
|
Percobaan
|
Hasil Pengamatan
|
|
1.
2.
3.
4.
|
Asam borat + FeCl3 + NaOH + FeCl3
Asam borat + Fehling
Asam borat + Cuprifill
Asam borat + R. nyala
|
Kuning,
Orange dan asam borat tidak larut
Biru
spiritus
Biru
Nyala
hijau (+)
|
3.
Asam Salisilat
Titik didih : 2110C
Titik leleh : 1590C
Densitas : 1, 44 g/cm3
v Asam
Salisilat
|
No.
|
Percobaan
|
Hasil Pengamatan
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
|
Asam salisilat + FeCl3
Asam salisilat + NaOH + HCl
Asam salisilat + Aqua bromata
Reaksi marquis
Asam salisilat + formalin + H2SO4(p)
Reaksi Spica
Asam salisilat + HNO3 + NH4OH
Asam salisilat + KING
Asam salisilat dalam alkohol + Zwiker B
|
Ungu
Putih
Putih
Merah
Biru hitam
Orange
|
4. Acetosal
Titik didih : 1400C
Titik lebur : 1350C
Acetosal atau asam asetilsalisilat adalah sejenis obat
turunan dari salisilat yang sering digunakan sebagai senyawa analgesik (penahan
rasa sakit atau nyeri minor), antiseptik (terhadap demam), dan anti inflamasi
(peradangan). Acetosal juga memiliki efek antikoagulan dan dapat digunakan
dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung (Khopkar,
1990).
Acetosal
|
No.
|
Percobaan
|
Hasil Pengamatan
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
|
Acetosal + FeCl3 + asam
Acetosal + Marquis
Reaksi Frohde
Acetosal + Ammonium Molybdat +H2SO4(p)
Acetosal + diazo
Acetosal + Cuprifill
Acetosal + Fehling
|
Bila
dipanasi violet ,warna hilang
Merah
darah setelah beberapa waktu
Violet
Orange
Biru
gelatin lama-lama biru kehijauan
|
5. Asam Benzoat
Titik didih : 2490C
Titik leleh : 122,40C
Densitas : 1,32 g/mol
Asam Benzoat
|
No.
|
Percobaan
|
Hasil Pengamatan
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
|
Asam benzoat + FeCl3
Asam benzoat + Cuprifill
Carlety
Asam benzoat + Zwiker
Esterifikasi
|
Biru
Coklat
Biru
Bau pisang
ambon
|
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
ü Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air melepakan ion H+.
ü Asam adalah
zat yang berasa asam dengan pH dibawah tujuh
ü Empat macam
asam yang paling penting dalam industri adalah
·
Asam Asetat
·
Asam Borat
·
Asam Salisilat
·
Acetosal
·
Asam Benzoat
DAFTAR PUSTAKA
Khopkar,
S.M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik.
Universitas Indonesia. Press; Jakarta
Lide David.
1981. Hand Book of Chemistry and Physics.
Crs Press; Jakarta
Vogel. 1995.
Kimia Farmasi Analisa Kualitatif. PT.
Media Pustaka; Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar