MAKALAH
ANALISA
FARMASI
“VITAMIN”
DISUSUN
OLEH :
(KELOMPOK
7)
DONI
SETIAWAN (1604015018)
ANJASYA
(1604015
CITRA
AMALIANA (1604015227)
GRESELLA
SEPTIANI (1604015
RATIH
HAYANI (1604015377)
SASTRY
KUSUMA W (1604015
FAKULTAS
FARMASI DAN SAINS
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PROF DR HAMKA
JAKARTA
2017
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah
ini ditunjukan untuk memenuhi tugas mata kuliah analisa farmasi di semester
tiga.
Kami
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi isi maupun
penyajiannya. Hal ini disebabkan kemampuan dan pengetahuan kami yang masih
sangat terbatas. Walaupun demikian kami berusaha semaksimal mungkin untuk
menyajikan makalah ini dengan sebaik- baiknya.
Akhir
kata kami mengharapkan semoga makalah yang disusun ini dapat bermanfaat,
khususnya bagi kami dan umumnya bagi para pembaca.
Jakarta, 5 Agustus 2017
Kelompok
7
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kita semua tentunya menghendaki agar kita dapat tumbuh
sempurna,sehat,kuat bertenaga,bergairah kerja,berdaya pikir mantap dan selalu
menunjukan berbagai prestasi, sehingga kita dan keturunan-keturunan kita dapat
menjadi manusia – manusia pembangunan yang mampu meningkatkan harkat derajat
nusa dan bangsanya dalam percaturan hidup di dunia.
Syarat yang paling
utama dan tidak boleh ditinggalkan agar manusia dapat hidup dan mendekati atau
mencapai apa yang dikehendaki seperti diatas, manusia harus mendapatkan makanan
yang teratur, mencukupi dan serba bergizi, karena seperti yang telah dijelaskan
dalam bab- bab terdahulu, makanan berfungsi untuk menghasilkan energy,
mengganti sel-sel yang rusak, untuk pertumbuhan dan menghasilkan zat pelindung
dalam tubuhnya (antara lain dengan cara menjaga keseimbangan cairan tubuh).
Namun demikian dalam pengertian makanan yang bergizi makanan itupun harus cukup
pula mengandung vitamin dan mineral, karena tubuh yang kekurangan vitamin akan
mengalami avitaminosis dengan gejala macam-macam penyakit. Sebaliknya apabila
tubuh kelebihan akan vitamin yang diperlukannya maka tubuh akan mengalami
hipertaminosis yang mengakibatkan kurang baik terhadap tubuh. Avitaminosis
maupun Hipervitaminosis sama-sama dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan
tubuh, jadi sebaliknya vitamin yang diperlukan tubuh diusahakan agar tidak
kekurangan dan tidak kelebihan vitamin.
Sebelum abad ke duapuluh, karbohidrat, lemak, protein, dan beberapa zat
mineral telah dianggap sebagai zat-zat makanan yang dibutuhkan untuk fungsi
tubuh normal. Akan tetapi berabad-abad sebelumnya, berbagai pengamatan menduga
bahwa senyawa-senyawa organik lainnya adalah esensial untuk menjaga kesehatan. Sebagai
misal telah diketahui selama 300 tahun, bahwa dengan makan buah-buahan dan
sayur-sayuran segar ternyata berguna untuk pencegahan atau pengobatan scorbut
(sariawan). Juga telah diakui, bahwa rakhitis dapat disembuhkan dengan minum
minyak ikan.
B.
Tujuan
Adapun tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui sejarah vitamin, defenisi
vitamin, pembagian vitamin dan analisa tentang vitamin
BAB
II
TINJUAN
PUSTAKA
A. Defenisi
Vitamin
Vitamin
(bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik berbobot
molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme,
yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh sangat diperlukan oleh tubuh untuk
pertumbuhan normal. Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita
yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus
organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap
demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki
atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah
kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya,
senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara
normal.
. Apabila vitamin terlalu
banyak dimakan, akan tersimpan dalam tubuh,dan memberikan gejala penyakit
tertentu (hipervitaminosis), yang juga membahayakan. Kekurangan vitamin
mengakibatkan terjadinya penyakit defisiensi atau avitamiosis, tetapi bisanya
gejala penyakitakan hilang kembali apabila kecukupan vitamin tersebut
terpenuhi.
B.
PENGGOLONGAN VITAMIN
Vitamin digolongkan menjadi 2 bagian
yaitu
1. Vitamin yang larut air
Bersifat larut dalam air, tidak disimpan oleh tubuh, tidak beracun,
diekskresi dalam urine. Yang termasuk golongan ini adalah: tiamin, riboflavin,
asamnikotinat, piridoksin, asam kolat, biotin, asam pantotenat, vitamin B12
(disebut golongan vitaminB) dan vitamin C
2. Vitamin yang
larut lemak.
Vitamin yang larut Lemak yaitu Vitamin A,D,E dan K. Setiap vitamin larut
lemak A,D,E dan K mempunyai peranan tertentu di dalam tubuh.Sebagian besar
vitamin larut lemak diabsorpsi bersama lipida lain. Absorpsi membutuhkan cairan
empedu dan pancreas. Vitamin larut lemak diangkut kehati melalui system limfe
sebagai bagian dari lipoprotein, disimpan di berbagai jaringan tubuh dan
biasanya tidak dikeluarkan melalui urin.
C. Pembagian
Vitamin
1. Vitamin B

·
Sifat :
Larut dalam air
·
Fungsi : Golongan
vitamin B berperan penting dalam metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal
pelepasan energi saat beraktivitas. Hal ini terkait dengan peranannya di dalam
tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi
metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi. Beberapa jenis vitamin
yang tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel
darah merah (eritrosit).
·
Sumber :
vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau.
2. Vitamin B1 (tiamin)
·
Sifat :
Larut dalam air, kristal putih, rasa pahit
·
Fungsi :
berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu mengkonversi
karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh, vitamin B1 juga membantu
proses metabolisme protein dan lemak.
·
Penyakit : Defisiensi
vitamin B1, kulit akan mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan
bersisik.Tubuh juga dapat mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan,
jantung, dan sistem saraf.
·
Sumber : gandum,
beras, daging, telur,susu dan lainnya.
·
Reaksi :
(1). reaksi thiokrom : zat + NaOH encer + air + K3Ffe(CN)6 +
isobutanol ,kocok 2 menit > lapisan isobutanol berfluorescenci biru-ungu
yang hilang pada pemanasan dan timbul lagi bila ditambah basa. (2). Pirolisa :
bau kacang. (3). Reaksi kristal : sublimasi, fe kompleks, dragendorf,
bouchardat
3. Vitamin B2
(riboflavin)
·
Sifat :
Larut dalam air, kristal putih, rasa pahit ,tidak berbau
·
Fungsi : berperan
penting dalam metabolisme di tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan
sebagai salah satu kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin
mononucleotide,FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide,
FAD). Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh
melalui proses respirasi. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan
molekulsteroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan
berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku.
·
Sumber : sayur-sayuran
segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu.
·
Penyakit :Defisiensinya
dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut
kering, bibir pecah-pecah, dan sariawan.
·
Reaksi :
zat + asam sulfat pekat > merah , zat
+ AgNo3 > merah,lama2 endapan merah ,zat + air > fluorescensi
kuning hijau tua
4. Vitamin B3 (niasin)
·
Fungsi : berperan
penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme
lemak, dan protein. memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah,
tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbagai jenis senyawa
racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini.
·
Sumber : banyak
ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan
ikan, gandum dan kentang manis.
·
Penyakit :
defisiensi menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem
pencernaan, muntah-muntah, dan mual.
5. Vitamin B5 (asam
pantotenat)
·
Fungsi : berperan
dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak ,menjaga komunikasi yang
baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak,
sterol,neurotransmiter, dan hormon tubuh.
·
Sumber : daging,
susu, ginjal, dan hati hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang
hijau.
·
Penyakit : defisiensi
vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik. Selain itu,
gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta kesulitan untuk tidur.
6. Vitamin B6 (piridoksin)
·
Sifat :
larut dalam air,kristal putih,rasa pahit,tidak berbau
·
Fungsi : berperan
sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan
energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan fosfolipid.Selain
itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi
antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing
yang berbahaya bagi tubuh.
·
Sumber : beras,
jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan.
·
Penyakit : Kekurangan
vitamin dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot,
dan insomnia.
·
Reaksi :
zat + FeCl3 > merah darah ,reaksi kristal : Fe kommpleks
(spesifik), dragendorf
7. Vitamin B12
(sianokobalamin)
·
Sifat :
larut dlm air,kristal merah, tahan panas, inaktif oleh cahaya, asam keras atau
larutan alkali
·
Fungsi : Vitamin
ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh. juga berperan
dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA,
pembentukkan platelet darah.
·
Sumber : Telur,
hati, dan daging
·
Penyakit : Kekurangan
vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan
iritasi kulit.
·
Reaksi :
zat + air + asam oksalat panaskan di atas kertas microflam di atas tabung
diberi kertas benzidin > biru
8. Vitamin C (asam
askorbat)
·
Sifat :
Sangat larut dalam air,kristal putih,rasa asam, mudah teroksidasi dan proses
tersebut dipercepat oleh panas, sinar, alkali, enzim, oksidator serta oleh
katalis tembaga dan besi banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita.
·
Fungsi : berperan
sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun
jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya. Vitamin C
sebagai senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas
dari polusi di sekitar lingkungan kita. dapat membantu menurunkan laju mutasi
dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti
kanker, dapat diturunkan. Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk
dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot. juga berperan
dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih
dari infeksi mikroorganisme patogen. Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan
dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit.
·
Sumber : sayuran,buah-buahan,hati dan ginjal.
·
Penyakit : Defisiensi
vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian.
Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batu
ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah merah.
·
Reaksi :
zat + FeSo4 +as bikarbonat > gas Co2 timbul warna ungu
9. Vitamin A
(Retinol)

·
Sifat :
Larut dalam lemak, mudah rusak oleh paparan panas, cahaya matahari, dan udara.
·
Fungsi : berperan
dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik, salah satu komponen penyusun
pigmen mata di retina, berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan
imunitas tubuh
·
Sumber : adalah
susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna merah
dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain)
·
Penyakit : kekurangan
vitamin A adalah rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya
daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain. Kelebihan vitamin A
dapat menyebabkan keracunan pada tubuh. Penyakit yang dapat ditimbulkan antara
lain pusing-pusing, kerontokan rambut, kulit kering bersisik, dan pingsan
·
Reaksi :
reaksi carr&price : zat + kloroform
+ SbCl3 dalam kloroform > biru lamalama ungu coklat
10. Vitamin D

·
Sifat :
Larut dalam lemak
·
Fungsi : Vitamin
D ini dapat membantu metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang. Sel kulit
akan segera memproduksi vitamin D saat terkena cahaya matahari (sinar
ultraviolet).
·
Sumber :
ikan, telur, susu, serta produk olahannya, seperti keju.
·
Penyakit :
defisiensi vitamin D rendah maka tubuh akan mengalami pertumbuhan kaki yang
tidak normal, dimana betis kaki akan membentuk huruf O dan X . gigi akan mudah
mengalami kerusakan dan otot pun akan mengalami kekejangan. Penyakit lainnya
adalah osteomalasia, yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan
di dalam tulang. Penyakit ini biasanya ditemukan pada
remaja, sedangkan pada manula, penyakit yang dapat
ditimbulkan adalah osteoporosis, yaitu kerapuhan tulang akibatnya berkurangnya
kepadatan tulang. Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan tubuh mengalami diare,
berkurangnya berat badan, muntah-muntah, dan dehidrasi berlebihan.
·
Reaksi :
reaksi carr&price : zat + kloroform
+ SbCl3 dalam kloroform > kuning jingga
11. Vitamin E
(tokoferol)

·
Sifat :
Larut dalam lemak, tahan terhadap suhu tinggi serta asam, karena bersifat
antioksidan, serta mudah rusak oleh sinar
UV.
·
Fungsi :
Berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari
jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati. Selain itu, vitamin ini juga
dapat melindungi paru-paru manusia dari polusi udara. Nilai kesehatan ini
terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh sebagai senyawa antioksidan
alami.
·
Sumber : ikan,
ayam, kuning telur, ragi, dan minyak tumbuh-tumbuhan. Walaupun hanya dibutuhkan
dalam jumlah sedikit, kekurangan vitamin E dapat menyebabkan gangguan kesehatan
yang fatal bagi tubuh, antara lain kemandulan baik bagi pria maupun wanita.
Selain itu, saraf dan otot akan mengalami gangguan yang berkepanjangan.
·
Reaksi :
zat + alkohol+ HNO3 ,panaskan> merah ,zat + etanol + AgNO2 >
mereduksi
12. Vitamin K (antihemoragia)
·
Sifat :
larut dalam lemak dan tahan panas, tetapi mudah rusak oleh radiasi, asam dan
alkali.
·
Fungsi : sangat
penting bagi pembentukan protrombin. Kadar protrombin dalam darah yang tinggi
baik untuk penggumpalan darah/penutupan luka
·
Penyakit :. Defisiensi
vitamin ini akan berakibat pada pendarahan di dalam tubuh dan kesulitan
pembekuan darah saat terjadi luka atau pendarahan.
·
Sumber :
susu, kuning telur, dan sayuran segar
D.
IDENTIFIKASI
SENYAWA GOLONGAN VITAMIN
·
Reaksi spesifik senyawa golongan vitamin
·
Reaksi kristal
·
Identifikasi senyawa organik farmasi
dengan analisis instrumentasi
·
Macam macam analisa kualitatif modern :
(kromatografi dan spektrometri)
·
Menghitung Rf dan arti Rf pada analisa
kualitatif
·
Waktu retensi pada KCKT dan KG
·
Arti ⅄ maks pada spektrofotometri UV vis
·
Bilangan gelombang pada IR
·
Fragmentasi pada MS
·
Spectrum NMR
E.
REAKSI
PENGGOLONGAAN
Untuk
vitamin yg larut dalam air :
VITAMIN
|
Ag-nitrat
|
FeCl3
|
NaOh
|
p-DAB
HCL
|
Fluoresensi
|
Vit B1
|
Panaskan
> kuning
|
||||
Vit B2
|
Merah
kersen
|
Kuning
hijau
|
|||
Vit B6
|
Merah
coklat
|
||||
Vit C
|
Cermin
perak
|
Panaskan
> rosa
|
|||
As
Pantotenat
|
Kuning
coklat
|
||||
Nikotinamid
|
Kuning
coklat
|
Kuning,
panaskan NH3
|
Kuning
jingga
|
||
Asam
folat
|
Dalam H2So4 > hijau
|
Vitamin yg larut dalam lemak tidak dpt bereaksi
KESIMPULAN
1. Vitamin
(bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik berbobot
molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme,
yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh sangat diperlukan oleh tubuh untuk
pertumbuhan normal. Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita
yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus
organik yang memiliki atom nitrogen (N),
2. Kekurangan
vitamin = defisiensi/avitamiosis
3. Kelebihan
vitamin = hipervitaminosis
4. Vitamin
digolongkan menjadi 2 yaitu yg larut
dalam air (vitamin B dan C) dan yang larut dalam lemak (ADEK)
5. Sumber
vitamin banyak di temukan di sayur,buah,nabati,hewani dll
DAFTAR
PUSTAKA
1. Materi
dari ibu yeni selaku dosen pembimbing
2. Farmakope indonesia ed 3
3. Wikipedia..org
4. Elisaugm.2017.analisa vitamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar