Rabu, 29 November 2017

ANALISA FARMASI VITAMIN



MAKALAH
ANALISA FARMASI
“VITAMIN”


 







DISUSUN OLEH :
(KELOMPOK 7)
DONI SETIAWAN (1604015018)
ANJASYA (1604015
CITRA AMALIANA (1604015227)
GRESELLA SEPTIANI (1604015
RATIH HAYANI (1604015377)
SASTRY KUSUMA W (1604015


FAKULTAS FARMASI DAN SAINS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF DR HAMKA
JAKARTA
2017

KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Wr. Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini ditunjukan untuk memenuhi tugas mata kuliah analisa farmasi di semester tiga.
            Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi isi maupun penyajiannya. Hal ini disebabkan kemampuan dan pengetahuan kami yang masih sangat terbatas. Walaupun demikian kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyajikan makalah ini dengan sebaik- baiknya.
Akhir kata kami mengharapkan semoga makalah yang disusun ini dapat bermanfaat, khususnya bagi kami dan umumnya bagi para pembaca.




                                                                                                                            Jakarta, 5 Agustus 2017


                                                                                                                                                                                                                                                                          Kelompok 7






BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

    Kita semua tentunya menghendaki agar kita dapat tumbuh sempurna,sehat,kuat bertenaga,bergairah kerja,berdaya pikir mantap dan selalu menunjukan berbagai prestasi, sehingga kita dan keturunan-keturunan kita dapat menjadi manusia – manusia pembangunan yang mampu meningkatkan harkat derajat nusa dan bangsanya dalam percaturan hidup di dunia.
     Syarat yang paling utama dan tidak boleh ditinggalkan agar manusia dapat hidup dan mendekati atau mencapai apa yang dikehendaki seperti diatas, manusia harus mendapatkan makanan yang teratur, mencukupi dan serba bergizi, karena seperti yang telah dijelaskan dalam bab- bab terdahulu, makanan berfungsi untuk menghasilkan energy, mengganti sel-sel yang rusak, untuk pertumbuhan dan menghasilkan zat pelindung dalam tubuhnya (antara lain dengan cara menjaga keseimbangan cairan tubuh). Namun demikian dalam pengertian makanan yang bergizi makanan itupun harus cukup pula mengandung vitamin dan mineral, karena tubuh yang kekurangan vitamin akan mengalami avitaminosis dengan gejala macam-macam penyakit. Sebaliknya apabila tubuh kelebihan akan vitamin yang diperlukannya maka tubuh akan mengalami hipertaminosis yang mengakibatkan kurang baik terhadap tubuh. Avitaminosis maupun Hipervitaminosis sama-sama dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan tubuh, jadi sebaliknya vitamin yang diperlukan tubuh diusahakan agar tidak kekurangan dan tidak kelebihan vitamin.
Sebelum abad ke duapuluh, karbohidrat, lemak, protein, dan beberapa zat mineral telah dianggap sebagai zat-zat makanan yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh normal. Akan tetapi berabad-abad sebelumnya, berbagai pengamatan menduga bahwa senyawa-senyawa organik lainnya adalah esensial untuk menjaga kesehatan. Sebagai misal telah diketahui selama 300 tahun, bahwa dengan makan buah-buahan dan sayur-sayuran segar ternyata berguna untuk pencegahan atau pengobatan scorbut (sariawan). Juga telah diakui, bahwa rakhitis dapat disembuhkan dengan minum minyak ikan.

B.     Tujuan
Adapun tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui sejarah vitamin, defenisi vitamin, pembagian vitamin dan analisa tentang vitamin




BAB II
TINJUAN PUSTAKA



A.      Defenisi Vitamin
        Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh sangat diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan normal. Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.
   . Apabila vitamin terlalu banyak dimakan, akan tersimpan dalam tubuh,dan memberikan gejala penyakit tertentu (hipervitaminosis), yang juga membahayakan. Kekurangan vitamin mengakibatkan terjadinya penyakit defisiensi atau avitamiosis, tetapi bisanya gejala penyakitakan hilang kembali apabila kecukupan vitamin tersebut terpenuhi.

B. PENGGOLONGAN VITAMIN
Vitamin digolongkan menjadi 2 bagian yaitu
1.    Vitamin yang larut air
Bersifat larut dalam air, tidak disimpan oleh tubuh, tidak  beracun, diekskresi dalam urine. Yang termasuk golongan ini adalah: tiamin, riboflavin, asamnikotinat, piridoksin, asam kolat, biotin, asam pantotenat, vitamin B12 (disebut golongan vitaminB) dan vitamin C
2.     Vitamin yang larut lemak.
Vitamin yang larut Lemak yaitu Vitamin A,D,E dan K. Setiap vitamin larut lemak A,D,E dan K mempunyai peranan tertentu di dalam tubuh.Sebagian besar vitamin larut lemak diabsorpsi bersama lipida lain. Absorpsi membutuhkan cairan empedu dan pancreas. Vitamin larut lemak diangkut kehati melalui system limfe sebagai bagian dari lipoprotein, disimpan di berbagai jaringan tubuh dan biasanya tidak dikeluarkan melalui urin.
       
C.      Pembagian Vitamin

1.      Vitamin B
Description: C:\Users\ACER\Documents\rumus-kimia-vitamin-b.png
·      Sifat            : Larut dalam air
·      Fungsi         : Golongan vitamin B berperan penting dalam metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas. Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi. Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit).
·      Sumber       : vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau.

2.      Vitamin B1 (tiamin)
·      Sifat            : Larut dalam air, kristal putih, rasa pahit
·      Fungsi         : berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh, vitamin B1 juga membantu proses metabolisme protein dan lemak.
·      Penyakit      : Defisiensi vitamin B1, kulit akan mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik.Tubuh juga dapat mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan, jantung, dan sistem saraf. 
·      Sumber       : gandum, beras, daging, telur,susu dan lainnya.
·      Reaksi         : (1). reaksi thiokrom : zat + NaOH encer + air + K3Ffe(CN)6 + isobutanol ,kocok 2 menit > lapisan isobutanol berfluorescenci biru-ungu yang hilang pada pemanasan dan timbul lagi bila ditambah basa. (2). Pirolisa : bau kacang. (3). Reaksi kristal : sublimasi, fe kompleks, dragendorf, bouchardat

3.      Vitamin B2 (riboflavin)
·      Sifat            : Larut dalam air, kristal putih, rasa pahit ,tidak berbau

·      Fungsi         : berperan penting dalam metabolisme di tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide,FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekulsteroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku.
·      Sumber       : sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu.
·      Penyakit      :Defisiensinya dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, dan sariawan.
·      Reaksi         : zat + asam sulfat  pekat > merah , zat + AgNo3 > merah,lama2 endapan merah ,zat + air > fluorescensi kuning hijau tua

4.      Vitamin B3 (niasin)
·      Fungsi         : berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan protein. memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini.
·      Sumber       : banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan, gandum dan kentang manis.
·      Penyakit      : defisiensi menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual.

5.      Vitamin B5 (asam pantotenat)
·      Fungsi         : berperan dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak ,menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak, sterol,neurotransmiter, dan hormon tubuh.
·      Sumber       : daging, susu, ginjal, dan hati hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang hijau.
·      Penyakit      : defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik. Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta kesulitan untuk tidur.

6.      Vitamin B6 (piridoksin)
·      Sifat            : larut dalam air,kristal putih,rasa pahit,tidak berbau
·      Fungsi         : berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan fosfolipid.Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh.
·      Sumber       : beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan.
·      Penyakit      : Kekurangan vitamin dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot, dan insomnia.
·      Reaksi         : zat + FeCl3 > merah darah ,reaksi kristal : Fe kommpleks (spesifik), dragendorf

7.      Vitamin B12 (sianokobalamin)
·      Sifat            : larut dlm air,kristal merah, tahan panas, inaktif oleh cahaya, asam keras atau larutan alkali
·      Fungsi         : Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh. juga berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah.
·      Sumber       : Telur, hati, dan daging
·      Penyakit      : Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit.
·      Reaksi         : zat + air + asam oksalat panaskan di atas kertas microflam di atas tabung diberi kertas benzidin > biru



8.      Vitamin C (asam askorbat)
Description: C:\Users\ACER\Documents\rumus-kimia-vitamin-C.png 
·      Sifat            : Sangat larut dalam air,kristal putih,rasa asam, mudah teroksidasi dan proses tersebut dipercepat oleh panas, sinar, alkali, enzim, oksidator serta oleh katalis tembaga dan besi banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita.
·      Fungsi         : berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya. Vitamin C sebagai senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita. dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan. Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot. juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen. Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit.
·      Sumber       : sayuran,buah-buahan,hati dan ginjal.
·      Penyakit      : Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah merah.
·      Reaksi         : zat + FeSo4 +as bikarbonat > gas Co2 timbul warna ungu

9.    Vitamin A (Retinol)
Description: C:\Users\ACER\Documents\rumus-kimia-vitamin-A-retinol-300x92.png
·      Sifat            : Larut dalam lemak, mudah rusak oleh paparan panas, cahaya matahari, dan udara.
·      Fungsi         : berperan dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik, salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina, berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh
·      Sumber       : adalah susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain)
·      Penyakit      : kekurangan vitamin A adalah rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain. Kelebihan vitamin A dapat menyebabkan keracunan pada tubuh. Penyakit yang dapat ditimbulkan antara lain pusing-pusing, kerontokan rambut, kulit kering bersisik, dan pingsan
·      Reaksi         : reaksi carr&price : zat  + kloroform + SbCl3 dalam kloroform > biru lamalama ungu coklat

10.    Vitamin D
Description: C:\Users\ACER\Documents\rumus-kimia-vitamin-d3.png
·      Sifat            : Larut dalam lemak
·      Fungsi         : Vitamin D ini dapat membantu metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang. Sel kulit akan segera memproduksi vitamin D saat terkena cahaya matahari (sinar ultraviolet).
·      Sumber       : ikan, telur, susu, serta produk olahannya, seperti keju.
·      Penyakit      : defisiensi vitamin D rendah maka tubuh akan mengalami pertumbuhan kaki yang tidak normal, dimana betis kaki akan membentuk huruf O dan X . gigi akan mudah mengalami kerusakan dan otot pun akan mengalami kekejangan. Penyakit lainnya adalah osteomalasia, yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan di dalam tulang. Penyakit ini biasanya ditemukan pada
remaja, sedangkan pada manula, penyakit yang dapat ditimbulkan adalah osteoporosis, yaitu kerapuhan tulang akibatnya berkurangnya kepadatan tulang. Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan tubuh mengalami diare, berkurangnya berat badan, muntah-muntah, dan dehidrasi berlebihan.
·      Reaksi         : reaksi carr&price : zat  + kloroform + SbCl3 dalam kloroform > kuning jingga

11.  Vitamin E (tokoferol)
Description: C:\Users\ACER\Documents\vitamin-e-300x82.png
·      Sifat            : Larut dalam lemak, tahan terhadap suhu tinggi serta asam, karena bersifat antioksidan, serta mudah rusak oleh sinar UV.          
·      Fungsi         : Berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati. Selain itu, vitamin ini juga dapat melindungi paru-paru manusia dari polusi udara. Nilai kesehatan ini terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh sebagai senyawa antioksidan alami.
·      Sumber       : ikan, ayam, kuning telur, ragi, dan minyak tumbuh-tumbuhan. Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, kekurangan vitamin E dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang fatal bagi tubuh, antara lain kemandulan baik bagi pria maupun wanita. Selain itu, saraf dan otot akan mengalami gangguan yang berkepanjangan.
·      Reaksi         : zat + alkohol+ HNO3 ,panaskan> merah ,zat + etanol + AgNO2 > mereduksi

12.  Vitamin K (antihemoragia)
·      Sifat            : larut dalam lemak dan tahan panas, tetapi mudah rusak oleh radiasi, asam dan alkali.
·      Fungsi         : sangat penting bagi pembentukan protrombin. Kadar protrombin dalam darah yang tinggi baik untuk penggumpalan darah/penutupan luka
·      Penyakit      :. Defisiensi vitamin ini akan berakibat pada pendarahan di dalam tubuh dan kesulitan pembekuan darah saat terjadi luka atau pendarahan.
·      Sumber       : susu, kuning telur, dan sayuran segar

D.      IDENTIFIKASI SENYAWA GOLONGAN VITAMIN

·         Reaksi spesifik senyawa golongan vitamin
·         Reaksi kristal
·         Identifikasi senyawa organik farmasi dengan analisis instrumentasi
·         Macam macam analisa kualitatif modern : (kromatografi dan spektrometri)
·         Menghitung Rf dan arti Rf pada analisa kualitatif
·         Waktu retensi pada KCKT dan KG
·         Arti ⅄ maks pada spektrofotometri UV vis
·         Bilangan gelombang pada IR
·         Fragmentasi pada MS
·         Spectrum NMR

E.        REAKSI PENGGOLONGAAN
Untuk vitamin yg larut dalam air :
VITAMIN
Ag-nitrat
FeCl3
NaOh
p-DAB HCL
Fluoresensi
Vit B1


Panaskan > kuning


Vit B2
Merah kersen



Kuning hijau
Vit B6

Merah coklat



Vit C

Cermin perak

Panaskan > rosa


As Pantotenat

Kuning coklat



Nikotinamid

Kuning coklat
Kuning, panaskan NH3
Kuning jingga

Asam folat




Dalam H2So4  > hijau
Vitamin yg larut dalam lemak tidak dpt bereaksi





KESIMPULAN

1.      Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh sangat diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan normal. Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N),
2.      Kekurangan vitamin = defisiensi/avitamiosis
3.      Kelebihan vitamin = hipervitaminosis
4.      Vitamin digolongkan menjadi 2  yaitu yg larut dalam air (vitamin B dan C) dan yang larut dalam lemak (ADEK)
5.      Sumber vitamin banyak di temukan di sayur,buah,nabati,hewani dll













DAFTAR PUSTAKA


1.      Materi dari ibu yeni selaku dosen pembimbing
2.      Farmakope indonesia ed 3
3.      Wikipedia..org
4.      Elisaugm.2017.analisa vitamin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

7 Manfaat Kayu Manis Bagi Kesehatan

Siapa yang tidak suka pie apel juga chai latte dengan sedikit taburan kayu manis bubuk? Kayu manis adalah salah satu rempah – rempah yang...